Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

3 Oknum ASN Segera Sidang Terkait Kasus Pungli Prona

16 Maret 2019, 18: 18: 21 WIB | editor : Perdana

3 Oknum ASN Segera Sidang Terkait Kasus Pungli Prona

WONOGIRI – Dua berkas perkara dari tiga tersangka dugaan pungutan liar (pungli) proyek operasi nasional agraria (Prona) di Kecamatan Tirtomoyo dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Semarang, Kamis (14/3). Diperkirakan pekan depan perkara yang melibatkan tiga oknum aparatur sipil negara (ASN) ini akan disidangkan. 

Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Dodi Budi Kelana melalui Kasi Pidsus Ismu Armando Suryono mengatakan, pihaknya menunggu surat pemberitahuan hari sidang dari Pengadilan Tipikor Semarang. 

"Tersangkanya tiga orang tapi jadi dua berkas perkara. Berkas pertama dengan tersangka JP, mantan camat Tirtomoyo, berkas kedua untuk tersangka W dan N," katanya, Jumat (15/3). 

Para tersangka didakwa pasal 12 Undang-Undang Nomor 20/2001  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dakwaan kedua yakni pasal 11 Undang-Undang Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ismu memprediksi, para tersangka mulai disidang Rabu atau Kamis pekan depan. Sebab, antrean sidang di Pengadilan Tipikor Semarang cukup panjang. 

 Diberitakan sebelumnya, tiga tersangka tersebut adalah mantan Camat Tirtomoyo Joko Prihartanto, mantan Sekcam Tirtomoyo Widodo dan staf Kecamatan Tirtomoyo Nur Cholis. Mereka telah dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Wonogiri. Uang senilai lebih dari Rp 350 juta dan beberapa dokumen diamankan sebagai barang bukti.

Kasus ini berawal dari penyidikan kepolisian atas dugaan pungli pada pengurusan Prona 2016 di Kecamatan Tirtomoyo. Para tersangka menarik biaya Prona 2016 kepada 2.411 pemohon secara tidak wajar. 

Kala itu, pemerintah masih mengizinkan pungutan dalam batas wajar untuk pembelian materai, pembuatan patok, dan biaya pengukuran sekitar Rp 300 ribu. Namun, sebanyak 2.411 pemohon Prona 2016 di Kecamatan Tirtomoyo ditarik biaya Rp 750 ribu.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, proses hukum itu konsekuensi logis dan bentuk pertanggungjawaban kewenangan dari para tersangka, serta menjadi pembelajaran bagi semua ASN di Wonogiri. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia