Minggu, 25 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Apel Kebangsaan, Komitmen Jaga Persatuan dan Perdamaian 

18 Maret 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TUMPAH RUAH: Ratusan ribu orang memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. 

TUMPAH RUAH: Ratusan ribu orang memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.  (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG – Ratusan ribu orang tumpah ruah menghadiri Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3). Selain orasi dari sejumlah tokoh nasional, juga digelar salawat dan doa bersama. 

Sejumlah tokoh nasional yang hadir memberikan orasi di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimoen Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Daroji dan Mahfud MD. Ada juga Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, kegiatan Apel Kebangsaan ini sangat bagus. Menurutnya, bagaimanapun dan apapun caranya, semua harus dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Pemilu sekalipun, itu koridornya jangan merusak ikatan bangsa. Anda boleh memilih siapapun, tapi satu hal, jangan rusak ikatan kebangsaan. Rugi semua nanti,” tegasnya di hadapan massa dari berbagai elemen ini.

Upaya menjaga keutuhan NKRI, lanjut dia, sangat penting. Semua langkah dan upaya bisa dilakukan. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemprov Jateng ini, yakni dengan menggelar apel kebangsaan, salawatan, mujahadah dan doa bersama.

“Semua harus dilakukan, agar bangsa ini selamat. Tidak ada dalil apapun yang membantah bahwa menjaga kebangsaan itu penting baik menurut konstitusi maupun agama. Karena itu, menjaga NKRI, UUD 45, Pancasila dan merah putih itu penting. Titik!” tegasnya.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya dalam orasinya mengatakan, Bangsa Indonesia harus bangga memiliki Merah Putih. Karena di dalamnya, memiliki tiga hal, yakni sebagai kehormatan bangsa, harga diri bangsa dan jati diri bangsa.

“Dari dulu, merah putih tidak akan berubah meski dilekang oleh zaman. Kalau sudah kumpul seperti ini dan berkomitmen untuk menjaga NKRI, menjaga Pancasila, menjaga merah putih, maka Indonesia akan tetap jaya,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Ganjar Pranowo mengatakan jika apel kebangsaan ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Tidak memandang suku, agama, ras bahkan pilihan politik, semua berbaur jadi satu untuk merah putih.

“Hari ini komplit, ini ada TNI, Polri, Kajati, ketua DPRD, Wagub dan juga tokoh nasional serta para ulama. Saya minta segenap rakyat Indonesia, segala golongan, semua harus bersatu padu bulat, berdiri di belakang pemimpin. Janganlah menjadi kacau, bekerja tak tentu arah, hanya tuduh menuduh dan menyalahkan orang lain,” kata Ganjar.

Apa yang disampaikan Ganjar tersebut adalah pidato pertama Bung Karno saat dilantik menjadi presiden. Dalam pidato pertama itu, Soekarno sudah mengingatkan, bahwa yang menjadi ancaman bagi Indonesia adalah dari bangsa Indonesia sendiri.

“Lihatlah bangsa kita saat ini, fitnah merajalela, hoaks, maki-memaki, saling menyerang bertengkar antarkawan bahkan saudara sedarah. Apakah fitnah dan hoaks yang mengoyak ini akan kita biarkan? Apakah sikap intoleran akan kita biarkan? apakah rasa permusuhan yang merusak sendi berbangsa akan dibiarkan? Pasti semua berkata tidak. Mari kita berdiri untuk menjaga NKRI,” tegasnya.

Selain selawatan, orasi kebangsaan dan doa bersama, apel kebangsaan juga diisi dengan ikrar bersama menjaga NKRI. Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis Bendera Merah Putih oleh para tokoh nasional kepada generasi penerus. Serta makan bersama brokohan nasi Kebuli. 

Grup Band Slank menghibur massa pada puncak acara dengan berduet bersama Ganjar Pranowo. Dari atas panggung mereka menggerakkan para Slankers dan seluruh masyarakat yang hadir agar jangan main-main dengan jempolnya. 

Slank tampil sebagai pamungkas setelah penampilan Disboy dan Romo Aloysius Budi Purnomo Pr. Sebelum seluruh personel muncul, terlebih dahulu Bunda Iffet muncul di sisi panggung melambaikan tangan yang langsung disambut riuh nyanyi Mars Slankers.

Kaka yang naik terakhir langsung menggebrak suasana dengan nyanyi Mars Slankers. Di sela-sela menyanyi, tak henti-hentinya Kaka dan Bimbim, menyuarakan perdamaian, persatuan dan gerakan menendang hoaks. “Yang jempolnya tidak disekolahkan, yang selalu ngasih energi negatif, yang selalu nge-hoaks, jangan diladenin!” kata Kaka. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia