Kamis, 24 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Konsep Pasar Ramah Difabel Diakui Nasional

Pasar Tanggul Bakal Jadi Rujukan

18 Maret 2019, 12: 17: 14 WIB | editor : Perdana

Konsep Pasar Ramah Difabel Diakui Nasional

SOLO - Penobatan Pasar Tanggul sebagai pasar terbaik di Indonesia oleh Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa program revitalisasi pasar tidak sia-sia. Ke depan, pasar tersebut bakal jadi rujukan untuk penataan pasar tradisional lainnya di Kota Bengawan. 

Lurah Pasar Rakyat Tanggul Surakarta Dwi Prasetya Wibowo mengatakan bahwa Pasar Tanggul muncul dalam nominasi pasar ramah difabel yang ditunjuk Kemendag beberapa waktu lalu. Penilaian ini berdasarkan kelengkapan sarana dan prasarana di dalam pasar yang mengakomodasi bagi para difabel. Seperti travelator, toilet duduk, dan selasar dengan lebar 180 cm. 

“Pasar ini direvitalisasi secara total pada 2015 lalu dengan konsep ramah disabilitas, mengingat bangunan pasar sebelumnya memiliki kemiringan tinggi dengan banyak anak tangga. Makanya direvitalisasi dengan tujuan untuk memfasilitasi penyandang disabilitas, terutama tuna daksa bisa beraktivitas belanja tanpa terkendala oleh rute yang tidak ramah kala itu,” kata dia pada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (16/3).

Meski tak masuk dalam pasar-pasar ukuran besar di Kota Bengawan, aktivitas dalam pasar yang satu ini terbilang padat. Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 2.600 meter persegi untuk dua lantai itu dihuni oleh 356 pedagang. Pasar ini setiap hari menggantungkan nasib pada keberadaan pasar tersebut. 

“Pasar Tanggul sendiri bukan merupakan salah satu pasar besar di Kota Solo, bahkan hanya ramai di jam-jam tertentu. Untuk pagi hari hanya ramai sekitar pukul 06.00 WIB dan sore pukul 15.00 WIB. Angka transaksinya juga tidak terlalu tinggi, hanya di kisaran Rp 200 juta per hari. Tapi bisa dibilang rutinitas pasar ini cukup padat dan sehat,” beber Dwi. 

Kendati demikian, pasar yang satu ini perlu diacungi jempol. Sebab, penghargaan pasar terbaik kategori ramah difabel dari menteri perdagangan kemarin bukanlah satu-satunya capaian dari pasar yang beralamat di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres itu. 

“Untuk tingkat lokal Pasar Tanggul berhasil menjadi juara I pada lomba pasar terbaik pelaksanaan Solo Great Sale (SGS) 2017 dan juara I kompetisi pasar rakyat tingkat provinsi pada 2016. Ke depan, kami akan menyasar sebagai pasar ramah lingkungan,” ujarnya. 

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, ia mulai mengembangkan bank pasar dengan sistem komposter, hidroponik, bahkan berencana memasang solar cell. “Jadi selain ramah difabel kami juha akan mulai untuk ramah energi dan lingkungan,” harapnya. 

Di sisi lain, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa pemkot merasa bangga atas penghargaan tersebut. Sebab, selain Pasar Tanggul, Pasar Klewer juga menjadi peraih nominasi pada malam penganugerahan tersebut. Ke depan, dua pasar ini akan jadi rujukan untuk penataan pasar tradisional ke depan. 

“Konsep pasar tradisional mestinya memang diarahkan ke sana. Jadi agar dapat mengakomodasi kebutuhan semua pihak dan ramah untuk semua orang,” tutur Rudy. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia