Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Menilik Program Blusukan Polsek Sukoharjo Kota

Patungan Anggota, Bantu Nenek Usia 100 Tahun

18 Maret 2019, 16: 11: 08 WIB | editor : Perdana

BERBAGI: Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto saat berbincang dengan nenek berusia 100 tahun Mento Pawiro. 

BERBAGI: Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto saat berbincang dengan nenek berusia 100 tahun Mento Pawiro.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Biasanya polisi mencari penjahat. Namun, Program Polsek Sukoharjo Kota ini berbeda. Mereka mencari “target” masyarakat miskin untuk dibantu. Ide ini berawal dari patungan spontan Anggota. 

Ryantono P.S, Sukoharjo

AWAL Ide blusukan ini berasal dari niat anggota Polsek Sukoharjo Kota untuk berbagi dengan sesama. Sampai akhirnya setelah apel setiap hari Jum’at mereka patungan. Uang dari anggota juga tidak dipatok harus berapa nilainya. ”Programnya namanya Jumat Berkah. Kita se-ikhlasnya, kalau ada yang punya rezeki lebih dikasih lebih juga patungannya,” papar Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Parwanto mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi.

Pada patungan pertama mereka mewujudkannya berupa nasi dan lauk untuk mereka yang ada di jalan. Seperti tukang becak dan lain sebagainya. Namun, lama kelamaan program tersebut dirasa kurang menyasar. Sampai akhirnya terpikirkan ide untuk belusukan mencari orang tidak mampu di wilayah Sukoharjo Kota.

Jadi setiap hari Jum’at para Bhabinkamtibmas Polsek Kota diperintahkan mencari warga dengan kondisi tidak mampu di wilayah tersebut. Mereka diminta mendatangi langsung lokasi dan mengecek kondisi calon penerima bantuan. Hal ini agar program tersebut tepat sasaran. ”Setelah ada data kita prioritaskan untuk diberikan bantuan mana saja seperti itu,” papar dia.

Menurut AKP Parwanto program ini juga membantu pemerintah daerah untuk mengurangi kemiskinan. Selain itu, bila ada warga yang membutuhkan dan belum masuk dalam data penerima bantuan mereka juga bisa membantu mengusulkan.

Bahkan, pada program Jumat (15/3) lalu mereka menemukan ada seorang nenek berumur 100 tahun yang tidur di gubuk reot. Nenek tersebut sudah tinggal di rumah itu bertahun-tahun. Nenek tersebut bernama Mento Pawiro. Dia tinggal di kawasan Sukoharjo Kota. ”Kita cek dia memang sudah dapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan masih ada keluarga di sekitarnya, tapi sudah lama tinggal di gubuk itu,” papar dia.

Bantuan yang diberikan Polsek Sukoharjo Kota seperti paket sembako berisi beras, gula pasir, teh, minyak goreng, dan uang tali asih. Harapannya apa yang diberikan tersebut bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. (*)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia