Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Cetak SDM Andal, Perhotelan Gandeng SMK

19 Maret 2019, 17: 03: 30 WIB | editor : Perdana

KOMPETENSI: Seorang house keeper sebuah hotel di Kota Solo sedang mengepel lantai dengan mesin.

KOMPETENSI: Seorang house keeper sebuah hotel di Kota Solo sedang mengepel lantai dengan mesin. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) berniat menggadeng SMK bidang perhotelan dan pariwisata. Ketua IHGMA DPD Jawa Tengah, Sugeng Sugiantoro mengatakan, kerja sama ini menyasar berbagai kota. Termasuk Kota Solo.

Kerja sama menyasar kepala sekolah SM dari berbagai kota dan kabupaten yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Membahas proyek kurikulum yang bisa diberikan kepada siswa. Guna meningkatkan SDM siswa ketika sudah lulus kelak. Audiensi berlangsung di Fave Hotel Adi Sumarmo Solo, Senin (18/3).

Bagi IHGMA, kerja sama ini dalam rangka penyediaan SDM di bidang perhotelan dan pariwisata. Sekaligus implementasi program One GM One SMK dari Kementrian Pariwisata.

”Kami memiliki jaringan hotel di berbagai wilayah di Jawa Tengah. SMK bisa memanfaatkannya melalui kerja sama untuk menunjang kurikulum yang sudah ada. Khususnya kerja praktik. Bisa juga untuk membahas kurikulum yang tepat bagi siswa,” kata Sugiantoro kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kepala SMKN 4 Klaten, M. Woro Nugroho mengapresiasi audiensi dan kerja sama tersebut. Baginya, sejumlah SMK se-Eks Karesidenan Surakarta yang mengampu program studi perhotelan dan pariwisata biasanya sudah bekerja sama dengan pihak hotel. ”Hanya saja, kerja sama yang berlangsung masih sebatas SMK bersangkutan dan hotel. Kalau ini melibatkan institusi, pasti semakin kuat,” bebernya.

Ketua MKKS SMK Surakarta sekaligus Kepala SMKN 5 Solo, Edi Haryana menambahkan, kerja sama ini bisa sebagai pintu masuk. Mulai dari penyusunan kurikulum, mendatangkan praktisi perhotelan untuk mengajar, memudahkan siswa magang, hingga pembentukan sekolah industri.

”Dengan giat seperti ini, secara akademis para siswa mendapatkan ilmu, ijazah, serta pengakuan. Dari segi kompetensi, siswa lebih siap kerja. Maka dari itu, kerja sama dengan IHGMA harus direalisasikan, jangan sebatas wacana semata,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia