Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kafe Jamu Bidik Kalangan Milenial

19 Maret 2019, 17: 48: 35 WIB | editor : Perdana

IDE BARU: Dari kiri Kepala BPOM RI Penny K. Lukito, Menteri PMK Puan Maharani, dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya pada peresmian kafe jamu di Pasar Jamu Nguter, Senin (18/3).

IDE BARU: Dari kiri Kepala BPOM RI Penny K. Lukito, Menteri PMK Puan Maharani, dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya pada peresmian kafe jamu di Pasar Jamu Nguter, Senin (18/3). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Guna mengangkat eksistensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) jamu, pemkab membuat terobosan jitu. Yakni mendirikan kafe jamu di Pasar Jamu Nguter. Tempat yang baru kali pertama ada di Indonesia ini diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani kemarin (18/3). 

Puan mengapresiasi upaya pemkab dalam membantu pelaku UMKM jamu mempromosikan dan memasarkan produknya. Minuman tradisional yang menjadi ciri khas Sukoharjo itu juga telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

”Kami harapkan kafe jamu mampu mendukung keberlangsungan UMKM jamu. Menu yang disediakan juga memiliki citarasa berbeda dibandingkan jamu lainnya. Lebih masa kini,” papar dia.

Varian jamu yang tersedia di kafe jamu antara lain vanili, jahe, dan kencur. Menu tersebut dapat dikreasikan dengan cendol. ”Ada kombinasi rasa yang disukai kalangan milenial. Ini menyehatkan dan menyegarkan,” ujarnya.

Ditambahkan Puan, tidak cukup hanya satu kafe jamu, fasilitas serupa harus ditambah. Itu sebagai upaya ikut melestarikan budaya bangsa.

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito mengatakan, jamu tradisional harus mendapatkan dukungan dari semua pihak agar tetap eksis. Selain itu, perekonomian pelaku UMKM jamu dapat lebih baik.

BPOM, imbuh Penny, telah melakukan pelatihan dan pemberian bantuan kepada penjual jamu gendong. Upaya tersebut sebagai upaya menekan peredaran jamu ilegal dari luar negeri.

”Kami memperkuat pelaku UMKM jamu. Kalau UMKM jamu sudah kuat, dan jamu dalam negeri sudah kuat, jamu ilegal tidak akan ada yang mau membeli dan hilang dengan sendirinya,” papar dia. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia