Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Konsumen Eropa Minta Kualitas Rotan Ditingkatkan

Harga Mahal, Pesanan Malah Naik

20 Maret 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

POTENSI BESAR: Perajin menyelesaikan pesanan kerajinan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. 

POTENSI BESAR: Perajin menyelesaikan pesanan kerajinan rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak.  (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Harga bahan baku rotan naik sebesar 20 persen. Untungnya, kondisi tersebut tak mempengaruhi volume ekspor rotan dari Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. Pesanan dari Eropa malah meningkat sebesar 10 persen.

Perajin rotan Trangsan Suryanto menerangkan, bahan baku rotan didapatkan dari Sulawesi. Nah, sejak terjadi gempa Palu-Donggala, harga bahan baku menjadi lebih mahal. ”Jadi otomatis ongkos produksi kita membengkak,” terangnya kemarin (19/3).

Kondisi tersebut segera dijelaskan ke konsumen yang mayoritas dari Belgia, Prancis, dan Italia. Mereka bisa memaklumi kenaikan harga itu. Namun, lanjut Suryanto, perajin juga dituntut meningkatkan kualitas produknya.

Selama ini, ekspor kerajinan rotan dibanderol dengan harga dolar. Persaingan produk serupa dari negara lain cukup ketat. Sebab itu, perajin rotan trangsan harus jeli dan pandai mencari peluang, serta menjaga hubungan baik dengan konsumen luar negeri. 

Ditambahkan Suryanto, segmen pasar rotan Trangsan bukan hanya luar negeri, tapi juga dalam negeri. Sistem pemasaran dilakukan lewat toko offline maupun memanfaatkan online.

Dia berharap, pasar rotan dalam dan luar negeri terus bergeliat dan meningkatkan perekonomian warga. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia