Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Usia Produktif Dominasi Korban Laka

Pengendara Tak Paham Rambu

20 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Perdana

BARANG BUKTI: Sepeda motor yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke kantor Satlantas Mapolresta Surakarta untuk penyelidikan.

BARANG BUKTI: Sepeda motor yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke kantor Satlantas Mapolresta Surakarta untuk penyelidikan. (RADAR SOLO PHOTO)

SOLO – Kasus kecelakaan (laka) meningkat. Di bulan ini saja, terjadi kenaikan hampir 50 persen. Korbannya mayoritas pengendara usia produktif, yakni 17-35 tahun.

Wakasatlantas Polresta Surakarta AKP I Made Ray Ardana menuturkan, dibandingkan Maret 2018, ada kenaikan kasus laka sekitar 46 persen. Jumlah korban meninggal juga naik 10,6 persen. “Paling mendominasi (korban, Red) umur 17 sampai 35 tahun. Mereka usia-usia produktif,” kata Ardana, Selasa (19/3).

Adapun penyebab kecelakaan antara lain melanggar rambu lalu lintas, tidak paham fungsi rambu dan markah, serta faktor human error lainnya. 

Adapun jalur tengkorak antara lain di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sumpah Pemuda. “Dulu di Jalan Slamet Riyadi. Tapi, setelah kita evaluasi, titik laka di sana sudah hilang, begitu pula dengan Jalan Adi Sucipto,” ucapnya.

Untuk membantu memberikan edukasi tertib lalu lintas, Satlantas Polresta Surakarta bakal menggandeng komunitas otomotif yang jumlahnya mencapai ratusan.

“Nantinya, klub-klub motor tersebut menjadi kepanjangan tangan kita. Ketika mereka kopdar (kopi darat, Red) dan melihat ada pengendara melanggar aturan bisa saling mengingatkan,” paparnya.

Terpisah, salah seorang ketua klub motor Kota Solo Abigail Dephi mengapresiasi rencana dari satlantas dan siap bekerja sama. “Kita memiliki ADART (anggaran dasar anggaran rumah tangga, Red), di mana setiap anggota minimal harus memiliki SIM dan STNK yang masih aktif,” katanya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia