Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Bikin Macet, Pasar Mangu Direlokasi

20 Maret 2019, 18: 20: 13 WIB | editor : Perdana

RUWET: Kondisi jalan raya di depan Pasar Mangu, Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali yang sering macet.

RUWET: Kondisi jalan raya di depan Pasar Mangu, Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali yang sering macet. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Keruwetan jalan Colomadu-Nogosari, tepatnya di depan Pasar Mangu, Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali segera berakhir. Menyusul rencana relokasi pedagang Pasar Mangu yang berjualan di sepanjang jalan itu. Direlokasi ke Pasar Kebon Agung yang tak jauh dari lokasi tersebut.

Pasar Kebon Agung dibangun sejak 2017 dengan anggaran Rp 8 miliar. Tahapan pembangunan nyaris selesai. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar untuk penataan lahan dan penambahan los. 

Kepala Disdagperin Boyolali, Karsino mengaku Pasar Kebon Agung tahun digelontor Rp 1,4 miliar. Untuk penataan lahan plus pembangunan los tahap IV sebesar Rp 850 juta. Pasar Kebon Agung hanya berjarak sekitar 200 meter dari Pasar Mangu. Berada di jalan Mangu-Nogosari, persis di seberang jalan tol Solo-Semarang. Diharapkan segera ditempati usai Lebaran.

”Penataan lahan diperkirakan selama dua bulan. Jadi setelah Lebaran diharapkan pedagang bisa menempati pasar baru dengan fasilitas pendukung lain seperti ruang laktasi, mushola, toilet, ruang kesehatan, parkir luas hingga RPH (rumah potong hewan) sendiri,” imbuh Karsino kepada Jawa Pos Radar Solo.

 Karsino memastikan, Pasar Kebon Agung bisa menampung lebih dari 500 pedagang. ”Kami ingin pasar tersebut bisa menampung seluruh pedagang yang betul-betul valid. Jangan sampai ada pedagang ilegal. Karena semua sudah kami data,” terang Karsino.

Sebagai informasi, los pasar Kebon Agung didesain untuk berjualan sayur. Menempati lahan seluas 2 hektare. Sehingga truk bisa masuk untuk bongkar-muat. Rencana pemindahan Pasar Mangu mendapat sambutan positif dari pengguna jalan. Sebab aktivitas Pasar Mangu kerap mengganggu arus lalu lintas. ”Kalau pagi kendaraan padat. Belum lagi aktivitas pasar. BIkin jalan semakin macet,” keluh Widatik, 25, warga Sambi.

Kemacetan ini diperparah buruknya kondisi jalan. Banyak lubang besar menganga di sejumlah titik. ”Mau tidak mau ya harus sabar. Memang kondisinya seperti ini. Saya pribadi, mungkin pengguna jalan lain senang kalau pasar segera dipindah,” bebernya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia