Kamis, 24 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sehari sebelum Longsor Makam Imogiri, Kerabat Kasunanan Sempat Nyekar

20 Maret 2019, 19: 13: 52 WIB | editor : Perdana

Sehari sebelum Longsor Makam Imogiri, Kerabat Kasunanan Sempat Nyekar

SOLO - Bencana tanah longsor yang terjadi di kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Imogori, Bantul pada Minggu (17/3) petang lalu masih menyisakan keprihatinan bagi beberapa pihak. Termasuk keluarga Keraton Kasunanan Surakarta. 

Adik Paku Buwono XIII KGPH Dipokusumo mengatakan, sehari sebelum kejadian, ia berasama kerabat keraton lain sempat ziarah ke Imogori. Kala itu rombongannya bertahan cukup lama hingga malam lantaran sedang hujan deras. Mengingat beberapa kawasan sudah mengalami banjir, ia pun bertolak di Solo melalui jalur lain. Yakni lewat Gunung Kidul, Pathuk (selatan Prambanan).

”Saya sempat dapat laporan dari abdi dalem Kasunanan saat kejadian. Namun karena wewenang berada di Kasultanan Yogyakarta, maka saya minta segera koordinasi ke sana,” beber Dipo Rabu (20/3). 

Inventarisasi kerusakan dan potensi bencana pun dipetakan. Sampai saat ini, tak ada makam leluhur yang terkena longsor. Kendari demikian, koordinasi tetap dilakukan untuk antisipasi bencana susulan. 

Sementara itu, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau yang akrab disapa an Gusti Moeng mengaku, ia mengetahui kejadian tersebut secara tidak sengaja setelah berkunjung di Imogiri pada Senin (18/3).

Dikatakan dia, sehari pascabencana kondisinya sudah normal. Tapi, kondisi jalan penghubung ke makam Hamengku Buwono (HB) IX sudah hilang. ”Jadi, sekarang kalau keluarga Kasultanan Yogyakarta mau ziarah ke makam eyang-eyangnya (HB I-IX, Red), harus memutar lewat makam Surakata menggunakan mobil. Atau harus melalui 425 anak tangga,” beber Gusti Moeng. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia