Minggu, 25 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tiga Ribu Pemilih Out, Dua Ribu Masuk Solo

21 Maret 2019, 12: 51: 03 WIB | editor : Perdana

SIAP SIAGA: Personel TNI menggelar tactical floor game (TFG) di Gedung Warastratama, Solo, untuk persiapan pengamanan pemilu, kemarin (20/3)

SIAP SIAGA: Personel TNI menggelar tactical floor game (TFG) di Gedung Warastratama, Solo, untuk persiapan pengamanan pemilu, kemarin (20/3) (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jumlah pemilih pemilu yang masuk dan keluar Kota Solo membengkak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta mencatat ada 3.851 pemilih luar daerah nyoblos di TPS Solo pada pemilu 17 April mendatang. Di sisi lain, warga Solo yang mencoblos ke luar kota mencapai 2.471 pemilih.

Komisioner KPU Surakarta Divisi Bidang Perencanaan Data dan Informasi Kajad Pamudji menuturkan, sesuai aturan KPU pusat, pelayanan A5 ditutup 30 hari sebelum pemilu. “Sesuai kalender 17 Maret adalah batas terakhir pendaftaran,” ujar Kajad.

Dua hari sebelum pendaftaran ditutup atau tepatnya 16 Maret, lanjut Kajad, KPU Surakarta kebanjiran pendaftar form A5. KPU Surakarta bahkan harus melayani warga sampai malam untuk mengakomodasi pemilih. 

“Kami tetap berikan pelayanan meskipun waktunya malam. Ini bentuk komitmen KPU dalam memberikan pelayanan terbaik pada warga,” kata dia.

Ditambahkan Kajad, ribuan pemilih tersebut berasal dari beragam latar belakang, dan dari daata terbanyak adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Bengawan. “Pemilih ini tersebar di sejumlah universitas negeri dan swasta di Kota Solo. Kami mencatat mahasiswa UNS (Universitas Sebelas Maret) paling banyak meminta form A5, yakni ada 1.050 pemilih,” kata dia.

KPU Solo juga telah berkoordinasi dengan sejumlah universitas di Kota Bengawan untuk memfasilitasi mahasiswa pada Pemilu 2019. Ia menambahkan bahwa mahasiswa ini mengaku tidak bisa pulang ke kampung halaman karena rumahnya jauh.

“Libur satu hari pada saat pencoblosan tidak cukup waktunya bagi mahasiswa luar daerah untuk tiba di kampung halaman. Yang terpenting kita bisa mengakomodasi mahasiswa agar bisa menggunakan hak pilihnya,” kata dia.

Sedangkan untuk pemilih yang keluar Kota Bengawan, rata-rata karena faktor pekerjaan, pendidikan, pindah domisili setelah menikah, dan lainnya.  “Kami hitung permintaan formulir A5 baik masuk dan keluar sebanyak 6.322 pemilih,” kata dia.

KPU Surakarta bakal memasukkan 3.851 pemilih ke dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). Pengesahan DPTb bakal dilakukan dalam rapat pleno DPT akhir bulan ini. “Kami saat ini masih meng-input DPTb ke Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih). Sistem ini terkoneksi semua KPU kabupaten/kota se-Indonesia,” kata dia.

Di sisi lain TNI dan Polri juga terus mematangkan persiapan pengamankan Pemilu  2019. Korem 074 Warastarata kemarin menggelar tactical floor game (TFG) di gedung Warastratama. Sementara Polresta Surakarta mengadakan apel kesiapan jelang kampanye rapat terbuka pagi harinya.

Kasdam IV Dipenegoro Brigjen TNI Teguh Muji Santoso menuturkan, tantangan dalam Pemilu 2019 datang dari radikalisme, terorisme dan kelompok kepentingan, di mana mereka mampu memobilisasi massa secara cepat dan miliki jaringan yang kuat. 

“Mereka miliki kelompok kecil yang tersebar, dukungan anggaran yang besar, serta memiliki anggota yang militan. Namun mereka juga memiliki kelemahan, di mana dalam beraksi tidak berafiliasi dengan kelompok lain. Pergerakan mereka juga menunggu instruksi atau perintah pimpinan,” imbuh Teguh.

Sementara itu, kerawanan tahapan pemilu bisa terjadi dari masa tenang, pemungutan suara, rekapitulasi hasil pemungutan suara, hingga penetapan dan pelantikan peserta pemilu terpilih. Dalam masa tenang potensi yang bisa timbul seperti penyebaran isu hoax, money politic, intimidasi, dan lain sebagainya.

Disinggung permasalahan yang menonjol saat pemilu berlangsung, Teguh menuturkan, di lingkungan Kodam IV Diponegoro antara lain peredaran tabloid berkoten provokasi di beberapa pondok pesantren dan masjid, aksi pembakaran kendaraan sebanyak 29 kali, aksi ormas Cindil Petak yang menyuarakan pencalonan presiden dari jalur independen, gesekan massa hingga spanduk provokasi.

Untuk mengantisipasi dan mengamankan konflik di kawasan Jateng-Jogjakarta, Kodam IV Diponegoro sendiri menerjunkan 14.150 orang personel yang disebar di dua provinsi tersebut. “Nanti yang menjadi komando di daerah adalah masing-masing korem di daerahnya,” katanya.

Sementara itu, Polresta Surakarta menggelar apel kesiapsiagaan jelang kampanye rapat terbuka di kawasan lapangan parkir Stadion Manahan Solo kemarin. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menuturkan, seluruh komponen dan  masyarakat mendukung dalam pengamanan pemilu.

“Harapan kami kegiatan bisa berjalan dengan aman, nyaman kondusif. Tentunya ini menjadi keinginan kita bersama. Dalam kegiatan itu juga akan dilaksanakan deklarasi Pemilu Damai 2019,” tutur Ribut. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia