Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Bupati Minta Ada Zonasi, Selektif Keluarkan Izin Terkait Penambangan

21 Maret 2019, 15: 02: 37 WIB | editor : Perdana

Bupati Minta Ada Zonasi, Selektif Keluarkan Izin Terkait Penambangan

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar Juliyatmono mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar lebih selektif dalam mengeluarkan izin terhadap pengembang tambang galian C. Hal tersebut menyusul tewasnya tiga bocah asal Dusun Ngledok, Jatikuwung, Gondangrejo, di kubangan bekas galian C di Dusun Banyubiru, Jatikuwung, awal pekan ini.

“Terus terang saya ikut prihatin dengan adanya kejadian tiga bocah tenggelam di bekas kubangan galian C tersebut. Perlu adanya zonasi untuk proses galian dan peringatan (untuk pengembang). Kami berharap agar pemerintah provinsi lebih selektif dalam pengawasan,” tegas Juliyatmono.

Orang nomor satu di Kalangan ini juga mengungkapkan, peristiwa yang menimpa Tito Aji Suhartanto, 9; M. Viar Anugerah, 10, dan Fadli Ardian Putra, 10, tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.

“Tak hanya bagi keluarga korban, tetapi kejadian itu juga menjadi perhatian kita bersama, baik masyarakat sekitar maupun pihak pengembang dan pemerintah. Setelah kegiatan penambangan sudah selesai, bekas penambangan juga perlu diperhatikan. Jangan ditinggal begitu saja,” tegasnya.

Polres Karanganyar juga turun tangan menyelidiki kejadian tersebut. Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Anjar Purbo Waskito sebelumnya juga mengungkapkan akan memeriksa saksi-saksi kejadian tersebut. Termasuk pihak pengembang. 

“Rencana langkah awal kami akan memeriksa saksi yang kali pertama mengetahui kejadian itu. Selanjutnya akan diperiksa pengelolanya,” ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga bocah tewas di kubangan bekas tambang di Dusun Banyubiru, Desa Gondagrejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (17/3). Jasad ketiganya baru ditemukan Senin dini hari setelah dilakukan pencarian beberapa jam oleh tim SAR dan relawan. (rud/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia