Senin, 21 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Siswa SMP Muhammadiya PK 3 Hari Bersama Orang Tua Asuh

21 Maret 2019, 15: 23: 42 WIB | editor : Perdana

BERKARAKTER: Murid SMP Muhammadiyah PK Solo ikuti kegiatan di Segaran, Delanggu ,Klaten.

BERKARAKTER: Murid SMP Muhammadiyah PK Solo ikuti kegiatan di Segaran, Delanggu ,Klaten.

Share this      

SOLO – Sebanyak 87 murid kelas tujuh SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat, Kota Solo harus meninggalkan “zona nyaman”. Mereka harus hidup bersama orang tua asuh di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten selama tiga hari dua malam, yakni 1-3 Februari. 

Kegiatan tersebut dikemas dalam program home stay yang merupakan agenda tahunan guna menumbuhkan karakter kearifan lokal kepada para murid.

Ketua pelaksana kegiatan Rizka Dian Permatasari menjelaskan, tujuan diadakan kegiatan ini untuk mengasah karakter kemandirian dan kemampuan bersosialisasi para siswa. Sekaligus meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. 

“Yang ditemui di orang tua asuh tersebut jauh seperti apa yang anak-anak miliki di rumah, sehingga membuat mereka bisa lebih bersyukur,” terangnya kemarin (20/3).

Orang tua asuh yang terlibat sebanyak 30 orang dari Kadus 1 Desa Segaran. Para murid dibagi menjadi 30 kelompok. Masing-masing terdiri atas dua hingga tiga anak dengan didampingi oleh satu guru. Mereka akan mengikuti kegiatan bersama orang tua asuh seperti menanam padi, membantu memasak, bersosialisasi dengan keluarga, dan membantu pekerjaan lainnya.

Hari pertama para siswa melakukan perkenalan dan ramah tamah dengan orang tua asuh beserta keluarga. Para murid harus mengetahui profesi dan silsilah keluarga yang ditempati.

Baru pada hari kedua, mereka diajak ke sawah untuk belajar  menanam padi. Dilanjutkan pelatihan home industry seperti pembuatan gagang pisau dan aneka souvenir berupa kipas dan dompet. 

Para murid juga menggelar perlombaan taman pendidikan Alquran (TPA) masjid terdekat dengan melibatkan santri. Seperti perlombaan azan, mewarnai, wudu, hafalan surat Alquran, dan sebagainya. Pada malam harinya diadakan pengajian akbar bersama para masyarakat di masjid terdekat. Sedangkan di hari terakhir, murid mengadakan bakti sosial di TPA dan melibatkan yatim piatu.

Humas SMP Muhamamdiyah PK Solo Aryanto berharap, program home stay sudah kali delapan digelar. Sebelumnya berlangsung di Wonogiri, Sragen, Sukoharjo, dan Boyolali.

“Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan oleh anak-anak. Apalagi selama tiga hari mereka akan hidup di desa dan bergaul bersama keluarga baru,” tandasnya. (ser/wa

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia