Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Gudang Distributor Kosong, Pupuk Langka

21 Maret 2019, 21: 14: 52 WIB | editor : Perdana

CEK LAPANGAN: Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto sidak ke distributor pupuk.

CEK LAPANGAN: Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto sidak ke distributor pupuk. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Distribusi pupuk subsidi untuk petani dinilai mengkhawatirkan. Mengingat saat ini petani sedang membutuhkan pupuk. Namun stok di distributor justru kosong.

Wakil Ketua DPRD Sragen Bambang Widjo Purwanto mengaku banyak mendapat keluhan petani terkait sulitnya mencari pupuk. Karena itu kemarin dia mendatangi gudang distributor pupuk bersubsidi CV. Tani Makmur di Desa Pilangsari Kecamatan Ngrampal Rabu (20/3) siang.

 “Saya mendapat laporan dari petani ada kelangkaan, setelah kami pelajari, trouble di distributor,” ujarnya kemarin.

Bambang mengatakan bahwa dalam pertanian pemupukan sangat penting dan ada masa tertentu. Jika pemupukan terlambat makan akan membahayakan produksi pangan. Setelah dicek ke gudang memang ada keterlambatan tersebut. 

”Seperti SP ini pupuk dasar baru sekitar 40 persen dikirim, belum yang lain-lain. Ini masa pemupukan sudah mau habis,” tuturnya.  

Bambang meminta agar pupuk dapat segera dikirim. Dia menyampaikan, pupuk dari produsen harus masuk ke gudang distributor. Baru setelah itu bisa dikirim ke kios desa. Sementara di distributor yang membawahi dua kecamatan, yakni Gondang dan Kalijambe, satu sak pupuk pun tidak ada di gudang.

Dampaknya, jika pemupukan terlambat, dua kecamatan bisa terancam kesulitan produksi. Selain itu, jika Sragen dianggap penyangga pangan maka ketidaktersediaan pupuk ini bakal mengganggu kontribusi Sragen.

Petugas Administrasi  CV. Tani Makmur Bayu Laksono menyampaikan ada sejumlah alasan terkait masalah pupuk ini. Seperti ada rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang baru masuk. Selain itu, permintaan baru datang dan sempat ada trouble di pihak gudang. ”Akhir bulan ini bisa terpenuhi,” ujar Bayu.

Dia menyampaikan, sebenarnya gudang tidak kosong. Namun sudah tersalurkan ke kios-kios. Pihaknya bertanggung jawab pada 21 kios di Gondang dan 22 Kios di Kalijambe. ”Seluruh kios ini untuk disalurkan sekitar 100 kelompok tani. Jadi pupuk tidak mandek di gudang, tapi langsung kios. Karena bila ditaruh gudang, akan dua kali kerja,” jelas Bayu.

Bayu menjelaskan, jatah pupuk untuk Phonska dari jatah 400 ton, baru tersalur 120 ton. SP3 dari 128 ton, baru tersalur 60 ton, dan Petroganik masih 80 persen, sedangkan ZA mencapai 70 persen. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia