Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Order Pil Koplo via Online, Sasar Para Pelajar Sragen

22 Maret 2019, 11: 10: 59 WIB | editor : Perdana

PERKETAT PENGAWASAN: Kasat Narkoba bersama Kalapas Sragen Yosef B Yembise pantau tes urine. 

PERKETAT PENGAWASAN: Kasat Narkoba bersama Kalapas Sragen Yosef B Yembise pantau tes urine.  (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Ada saja cara jaringan sindikat narkoba untuk memasarkan barang terlarang tersebut kepada konsumen. Baru-baru ini jajaran Reserse Narkoba Polres Sragen berhasil mengungkap modus baru peredaran obat-obatan keras dan terlarang atau pil koplo via online.

Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo membeberkan, modus baru tersebut untuk mencari celah mengelabuhi petugas kepolisian. Jual beli dilakukan secara online, namun barang tersebut tidak dikirim melalui jasa pengiriman konvensional. Melainkan barang ditaruh di suatu tempat yang sudah dijanjikan. 

”Kali ini, pemesan diminta mengambil ke tempat yang sudah ditunjukkan oleh penjual. Misalnya diletakkan di bawah pohon tertentu, wujudnya berupa paket,” kata Kasatnarkoba mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan

Joko mengatakan, cara lama biasanya barang dikirim melalui jasa pengiriman. Tapi setelah kerap terpantau oleh polisi, mereka rupanya mulai mencari alternatif pengiriman barang melalui cara lain yang lebih aman. 

Dari pengakuan salah seorang pelaku yang diamankan polisi, pemesanan melalui media sosial. Kemudian ditindaklanjuti komunikasi melalui telepon. Pemesan kemudian diarahkan oleh penjual untuk mengambil barang yang dipesan di suatu tempat setelah melunasi pembayaran melalui transfer.

”Yang mengherankan, penjual obat-obat keras ini di Jakarta, namun mereka sangat paham wilayah Sragen dengan detail. Sampai misalnya titik pohon di sekitar GOR Diponegoro pun tahu,” ujarnya.

Pihaknya yakin ada peran pihak ketiga yang turut memantau dan mengantar pesanan obat-obatan tersebut. ”Pembeli mendapat pesan, misalnya saya berikan di bawah pohon ini di jalan ini.  Bentuknya paket, tapi tidak melalui agen paket, tetapi langsung ditaruh di sebuah tempat. Sementara di sekitar mungkin diawasi oleh si penjual,” bebernya

Dikatakan Joko, peredaran obat-obatan dan narkotika di Kabupaten Sragen semakin mengkhawatirkan. Data dari Satnarkoba Polres Sragen, pengguna obat-obatan tidak hanya orang dewasa, bahkan sudah menyentuh pelajar. Termasuk orang tua pun menjadi sasaran empuk peredaran barang haram ini. Sejak awal tahun sampai saat ini laporan soal narkoba sudah ada 12 kasus, sedangkan kasus obat keras ada 2 kasus. 

Salah satu yang paling sulit diungkap adalah jaringan narkoba di lapas. Dari pengakuan beberapa tersangka narkoba mereka sering menyebut dari jaringan Lapas Kelas IIA Sragen. Namun, untuk mengungkap pelaku tidak mudah. Bahkan beberapa kali Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNPP) dan Polda Jateng menggelar operasi di dalam lapas. Namun hasilnya belum optimal. Akhir Januari lalu, dalam sidak BNNP diblok narkoba selama empat jam, juga nihil. 

Kepala Lapas (Kalapas) Sragen Yosef B Yembise mengatakan, pihaknya sudah terbuka kerja sama membasmi narkoba di lingkungan Lapas Sragen.  ”Ini kerja sama kami dengan BNNP untuk mendukung pemberantasan narkoba. Tim membawa anjing pelacak,” terang Yosef.

Yosef menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah Lapas Sragen yang selama ini tercitrakan sebagai sarang narkoba menjadi lebih baik. ”Kalau kita tidak komitmen, ada yang datang pintu kita tutup dulu. Tapi ini langsung kami buka dan persilakan masuk,” terang dia. (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia