Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sebar Bibit Ikan, Ikon Wisata Baru di Solo

22 Maret 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

MASA DEPAN: Wali kota menyebar ribuan bibit ikan di Bendung Tirtonadi. 

MASA DEPAN: Wali kota menyebar ribuan bibit ikan di Bendung Tirtonadi.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Ratusan ribu ekor bibit nila disebar di Bendung Tirtonadi, Kamis (21/3) kemarin. Rencananya, destinasi wisata baru di aluran Kali Pepe itu bakal diarahkan jadi wisata sungai yang asri dengan hasil ikan yang melimpah ruah dan boleh dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi sehari-hari.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Kota Surakarta Wenny Ekayanti mengatakan bahwa ribuan benih ikan yang sengaja disebar itu untuk menciptakan lingkungan sungai yang sehat. Salah satu cirinya sungai itu mampu dipakai sebagai lokasi berkembang biak ikan-ikan yang nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi.

“Bibit ikan ini merupakan bantuan dari Dispertan KPP Jateng. Keberadaan iklan diharapkan bisa membantu pemulihan ekosistem Kali Pepe pasca dikeruk sedimentasinya,” ujar Wenny di sela kegiatan. 

Menurut dia, pelepasan bibit nila tersebut bagian dari program Tebar Minam. Di mana arahnya untuk mendukung gerakan Wong Solo Subali (Wong Solo Sueneng Banget Lawuh Iwak). 

“Kami berkomitmen mendukung program wali kota. Tebar benih ikan ini bagian rencana untuk menaikkan tingkat konsumsi ikan di Kota Bengawan. Nanti kalau sudah besar bisa dimanfaatkan warga. Namun kami melarang orang menggunakan jaring dan alat setrum listrik dalam mencari ikan di Bendung Tirtonadi ini,” tegas Wenny 

Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga tampak sibuk menjaga keseimbangan saat melepas bibit ikan dari atas perahu karet BPBD setempat. Pria berkumis tebal yang satu ini agaknya cukup antusias menanti Bendung Tirtonadi menjadi destinasi wisata baru di masa mendatang. 

“Ini impian awal Pak Jokowi waktu awal menjabat wali kota. Makanya saya sangat bangga saat Bendung Tirtonadi ini bisa digunakan untuk umum. Nanti warga bisa memancing di sini dengan gratis. Dengan begitu bisa menjadi tujuan wisata baru di Kota Bengawan,” ujar Rudy. 

Kendati demikian, pemerintah setempat masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Seperti penataan sanitasi dan kebersihan sungai dari sampah. 

“Untuk penataan sanitasi, program kementerian melalui 100 0 100 sudah menyasar lingkungan di sekitar Kali Pepe. Pemkot juga turut mengupayakan kebersihan sanitasi. Salah satunya dengan cara membuat septic tank komunal. Yang pasti pemancing jangan sampai membuang sampah di sini. Makanya linmas akan berjaga di sini,” tutur Rudy. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia