Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Banyak Anak Banyak Rezeki Tantangan Ber-KB

22 Maret 2019, 14: 53: 24 WIB | editor : Perdana

DIGENCARKAN: Pelayanan KB gratis di Puskesmas Purwosari. Pemkot melibatkan tokoh agama untuk dorong masyarakat ikut KB.

DIGENCARKAN: Pelayanan KB gratis di Puskesmas Purwosari. Pemkot melibatkan tokoh agama untuk dorong masyarakat ikut KB. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Partisipasi aktif program keluarga berencana (KB) di Kota Solo baru menyentuh angka 64,77 persen. Pemkot menargetkan persentase bertambah menjadi 68,77 persen.

Meski hanya naik 4 persen, pemkot mengaku kewalahan. Untuk mewujudkan itu, enam jurus telah disiapkan. Yakni, advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja.

Selanjutnya, pelayanan pemasangan kontrasepsi KB, promosi pelayanan khiba, memperkuat dukungan dan partisipasi masyarakat serta pembinaan KB. Jurus terakhir adalah fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB melalui Kampung KB.

“Saat ini tingkat kepesertaan KB masih didominasi oleh kaum perempuan. Sampai saat ini baru 7,31 persen partisipasi KB pria,” terang Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Surakarta Purwanti, Kamis (21/3).

Menurutnya, Kampung KB sudah dicanangkan di sepuluh kelurahan. Namun, dalam perkembangannya belum sesuai harapan. Kontribusi dan komitmen dari semua pemangku kepentingan dengan mantab gotong royongnya sangat diharapkan untuk mewujudkan tujuan kampung KB. 

Peserta aktif KB 2018, lanjutnya, tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Banjarsari memiliki angka partisipasi tertinggi sebesar 70,24 persen. Disusul Kecamatan Serengan dan Jebres sebesar 66,41 persen dan 64,25 persen.

Untuk Kecamatan Pasar Kliwon dan Laweyan memiliki partisipasi 61,56 persen dan 55,64 persen. Untuk lebih mengejar kenaikan target kepesertaan, pemkot melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pamong wilayah. Selain itu masyarakat juga diberi kesempatan berpartisipasi melalui pembantu pembina KB desa (PPKBD).

“Mereka diberi target untuk melakukan sosialsiasi kepada masyarakat, memberi motivasi agar masyarakat mau ikut KB. Mereka yang tahu betul situasi dan kondisi di wilayah sehingga paham bagaimana cara mengajaknya,” terangnya.

Kepala Bidang KB DPPKB Surakarta Endah WP mengatakan, terdapat beberapa kendala yang membuat program KB di Kota Bengawan belum maksimal. Salah satunya adalah paradigma lama yang hingga kini masih diyakini. Yakni banyak anak banyak rezeki. “Itu keyakinan yang kita tidak bisa memengaruhi,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia