Sabtu, 19 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Patung Kuda Sarang Parkir Liar, Tanpa Karcis Resmi dan Seragam

22 Maret 2019, 18: 08: 11 WIB | editor : Perdana

IKONIK: Kawasan bundaran Patung Kuda menjadi lokasi favorit nongkrong. Fenomena tersebut dimanfaatkan untuk parkir liar.

IKONIK: Kawasan bundaran Patung Kuda menjadi lokasi favorit nongkrong. Fenomena tersebut dimanfaatkan untuk parkir liar. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo mengendus maraknya kantong parkir liar. Di antaranya di kawasan bundaran Patung Kuda, Solo Baru. Di tempat ini, pemilik motor ditarik parkir Rp 2.000 oleh seseorang yang tidak mengenakan seragam juru parkir (jukir) resmi.

Vianto, 28, warga Mojolaban mengatakan, saat nongkrong di hik kawasan bundara Patung Kuda, dia dihampiri seorang pria untuk meminta uang jasa parkir. ”Motor yang parkir di situ ditarik Rp 2.000. Tapi, tidak ditunggui. Cuma ditarik parkir, setelah (pelaku, Red) pergi,” terangnya kemarin (21/3).

Kejadian tersebut membuat Vianto dan pengendara lainnya tidak nyaman. Jika memang ada kantong parkir di sekitar bundaran Patung Kuda, seharusnya jukir mengenakan seragam dan memberikan karcis secara resmi.

Selain itu, imbuh Vianto, juki resmi juga selayaknya ikut mengawasi atau menata kendaraan yang parkir. Bukan hanya meminta uang parkir lalu pergi.

Kasi Terminal Bidang Lalu Lintas Dishub Sukoharjo Marjono mengakui cukup banyak parkir liar bertebaran. “Pengawasan akan kami tingkatkan,” katanya.

Marjono mengklaim, dishub telah melakukan penertiban parkir liar. Namun, setelah ditertibkan, pelaku kembali beraksi.

Sebelumnya, dishub merazia parkir kendaraan di trotoar Jalan Jenderal Sudirman. Mereka yang kedapatan melakukan pelanggaran bakal disanksi tilang. Itu sesuai Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia