Senin, 21 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Aspal Jalan Desa Dicampur Abu Ban dan Oli

22 Maret 2019, 18: 32: 19 WIB | editor : Perdana

DIBUAT MULUS: Foto ilustrasi perbaikan jalan rusak. Di Sukoharjo, pengaspalan jalan di sejumlah desa diniali tak sesuai regulasi. 

DIBUAT MULUS: Foto ilustrasi perbaikan jalan rusak. Di Sukoharjo, pengaspalan jalan di sejumlah desa diniali tak sesuai regulasi.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Komisi III DPRD Sukoharjo menyoroti peningkatan infrastuktur jalan di beberapa desa yang bersumber dari dana desa. Sebab, ada yang menggoreng aspal sendiri dengan bahan di bawah standar.

”Ada hotmix yang perlu dipertanyakan,” terang anggota Komisi III DPRD Sukoharjo Jaka Wuryanta kemarin (21/3). 

Kenapa dipertanyakan? Jaka menjelaskan, hotmix dibuat dari aspal goreng. Seharusnya desa mengambil aspal dari pabrik yang memang membuat hotmix, sehingga kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

“Manifesnya juga bisa dikirim ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan,Red). Jadi ada komunikasi antara pihak pabrik pembuat hotmix dengan BPK, pengawasan di lapangan lebih mudah,” beber dia.

Dari laporan yang diterima Jaka, ada indikasi kecurangan saat menggoreng aspal. Yakni menambahkan abu bekas membakar ban dan oli bekas supaya aspal lebih hitam dan mengkilap.

Merespons laporan itu, Jaka meminta pihak terkait memperketat pengawasan peningkatkan infrastruktur jalan desa proyek jalan berkualitas dan aspal tidak mudah rusak.

”Ada juga desa yang mengikuti saran komisi tiga yakni mengambil aspal hotmix dari pabrik,” kata dia. Ditambahkan Jaka, kecurangan dalam proyek pengaspalan desa telah dibawa ke dalam rapat DPRD Sukoharjo. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia