Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Features

Sisi Lain Warga Binaan Rutan Solo Jalani Asimilasi   

23 Maret 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

PEDULI LINGKUNGAN: Warga binaan Rutan Solo bersama petugas Bapas Solo usai tanam pohon.

PEDULI LINGKUNGAN: Warga binaan Rutan Solo bersama petugas Bapas Solo usai tanam pohon. (A CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Pernah berbuat salah di masa lalu bukan berarti akhir dari segalanya. Tekad kuat untuk berubah menjadi kunci untuk menatap masa depan lebih baik. Nah, inilah yang dilakukan sejumlah narapidana di Rutan Kelas IA Surakarta ini. Ketika mendapat asimilasi, mereka tak menyia-nyiakan ini. Apa yang dilakukan?  

A CHRISTIAN, Solo

TANGAN Danang Pambudi mengayunkan cangkul ke tanah di lingkungan Kantor Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Surakarta di kawasan Balekambang. Sebuah lubang sekitar 20 centimeter ia gali. Setelah itu, secara perlahan dimasukkan bibit pohon ke dalam tanah tersebut. 

Mengenakan kaus berwarna biru bertuliskan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tak menyurutkan langkahnya menanam ratusan pohon bersama puluhan pegawai Kantor Bapas Surakarta. Sebuah pohon selesai dia tanam, pria berkacamata itu segera menanam bibit pohon lainnya. Keringat yang membasahi wajahnya pun tak dipedulikan.

Ya, Danang merupakan salah satu penghuni Rutan Kelas IA Surakarta. Dia mengaku telah terbiasa aktif melakukan kegiatan penghijauan sebelum ia terjerat kasus hukum. Bersama komunitas motornya, ia berulang kali berkeliling Pulau Jawa untuk kegiatan penghijauan.

“Saya memang telah terbiasa terjun ke lapangan untuk menanam. Ini masa tahanan saya tinggal dua bulan lagi. Tahun 2021 setelah saya selesai menjalani hukuman di sini saya berencana melakukan penghijauan di Pulau Bali,” ujar warga Kabupaten Karanganyar ini ditemui di sela kegiatan penghijauan di sekitar Kantor Bapas Surakarta di Taman Balekambang, kemarin.

Menurut pria yang diangkat menjadi ketua Pramuka Rutan Surakarta itu, menanam merupakan wujud penyelamatan lingkungan. “Memperbaiki kualitas udara dengan penghijauan merupakan langkah konkret yang dia lakukan bersama komunitasnya,” tuturnya.

Ketua Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I A Surakarta Andi Rahmanto mengatakan, kegiatan penanaman pohon bersama para warga binaan ini dilakukan untuk menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan 2019. Menurutnya selain faktor sosial, masalah ekologi juga menjadi fokusnya. Lokasi Bapas yang berada di jantung Kota Solo diharapkan mendapat pasokan udara segar dengan langkah penanaman seratus pohon itu.

“Warga binaan pemasyarakatan yang sudah diasimilasi atau salah satu program integrasi kami dilatih untuk kembali ke masyarakat dilibatkan juga dalam faktor teknis. Koordinasi kami dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo menyarankan untuk menanam pohon di sekitar Kantor Bapas Solo,” ujarnya.

Terlibatnya warga binaan yang merupakan Pasukan Merah Putih telah melewati kualifikasi khusus. Syarat administrasi khusus yakni telah melewati setengah masa pidananya dan lolos dari seleksi tim pengamat rutan. Sehingga mereka tidak dikhawatirkan akan melarikan diri. 

“Pemantauan perilaku telah dilakukan sejak masuk ke rutan dan melalui proses yang panjang. Setelah ditanam akan dilanjutkan bakti sosial untuk memperbaiki rumah ibadah dengan melibatkan Pasukan Merah Putih,” paparnya. 

Hal yang sama dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)Kelas 2A Sragen.  Petugas lapas bersama masyarakat juga menanam pohon di lingkungan lapas. Ada 27 bibit pohon jambu dan sawo, 4 bibit pohon jati serta 19 bibit durian. “Ditanam di luar lapas. Tapi tidak dekat tembok demi alasan keamanan,” ujar Kasie Register Lapas Sragen, Ratna Dwi Lestari. (atn/din/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia