Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Polisi dan TNI Bakal Tindak Tegas Konvoi Bising Selama Kampanye

23 Maret 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Perdana

SATU SUARA: Forkompimda Karanganyar bersama tokoh masyarakat menandatangani deklarasi pemilu dama saat apel pasukan di Jalan Lawu, Karanganyar kemarin (22/3).

SATU SUARA: Forkompimda Karanganyar bersama tokoh masyarakat menandatangani deklarasi pemilu dama saat apel pasukan di Jalan Lawu, Karanganyar kemarin (22/3). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Polres Karanganyar bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Karanganyar, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan partai politik menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 di Jalan Lawu, Karanganyar kemarin (24/3).

Apel pasukan sebagai persiapan jelang kampanye terbuka pada Minggu (24/3) mendatang. Pantauan Radar Solo, seluruh elemen yang hadir juga menandatangani bersama deklarasi pemilu damai. Disaksikan Bupati Juliyatmono, Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Aindi Amin Latama, Ketua DPRD Sumanto dan Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi.

Kapolres menjelaskan, ketertiban dan keamanan pelaksanaan pemiliu merupakan tantangan bagi pemerintah dan petugas keamanan. Terutama dalam mewaspadai gesekan – gesakan yang mengakibatkan perpecahan di masyarakat.

”Penandatanganan deklarasi damai dan apel gelar pasukan ini merupakan wujud komitmen bersama menjaga kerukunan dan melakukan pengawasan terhadap Pemilu 2019,” terang Kapolres.

Ditambahkan, dalam pengamanan kampanye terbuka akan mengerahkan 500 personel gabungan.

”Saya meminta anggota Polri, TNI pemerintah dan elemen masyarakat serta tokoh agama terus berkomunikasi. Laporakan saya kalau benar –  benar mengganggu lingkungan,” ucapnya.

Catur, sapaan akrab Kapolres, juga meminta tim sukses paslon presiden maupun partai agar memberikan contoh demokrasi yang baik.

”Jangan mengganggu ketertiban warga, apalagi dengan menggunakan kendaraan roda dua bising. Saya akan tidak tindak tegas,” tandasnya.

Bupati Juliyatmono dalam sambutannya menjelaskan, pemilu 2019 merupakan tolak ukur masyarakat yang ada di wilayah. Menurutnya, pemerintah bersama – sama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan terhadap oknum yang memecah belah persatuan. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia