Minggu, 25 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Gaya Hidup Tentukan Kualitas Kesehatan

23 Maret 2019, 07: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TERKINI: Round table discussion tentang Gut Microbiota in Human Health.

TERKINI: Round table discussion tentang Gut Microbiota in Human Health. (EDY WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dunia medis mengalami pertumbuhan dinamis seiring perkembangan teknologi. Salah satunya konsep next generation laboratory atau laboratorium masa depan menuju personalized medicine atau pengobatan personal.   

Seperti terobosan melalui program Prodia Genomics. Yakni bagian dari next generation laboratory yang dikembangkan di Jakarta dan bisa dipakai untuk pelayanan di seluruh Indonesia.

“Pemeriksaan Genomics atau pemeriksaan sekumpulan gen manusia ini diarahkan untuk diagnosa prediktif dan preventif. Sehingga tak hanya untuk pemeriksaan orang sakit, tapi juga untuk orang sehat yang bisa diprediksi ke depannya punya risiko penyakit tertentu,” papar President Director PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty di sela round table discussion Gut Microbiota in Human Health, baru-baru ini.

Dengan prediksi secara dini ini, seseorang bisa memperbaiki gaya hidup, pola konsumsi makanan, dan aktivitas yang sehat. Perubahan gaya hidup seseorang diharapkan bisa menjaga kesehatan masing-masing individu. 

“Pemeriksaan Genomics menjadi jawaban bagi para ilmuwan, berdasar hasil penelitian ternyata tak semua orang memerlukan obat dan dosis yang sama. Jadi, kini pemberian dosis bisa disesuaikan secara individual dengan pemeriksaan secara gen yang disebut personalized medicine,” jelas Dewi.

Branch Manager Laboratorium Klinik Prodia Solo Maria Diah Fibriani menambahkan, dalam program pengobatan generasi baru ini, tentunya harus ditunjang pemeriksaan laboratorium yang memadai. 

“Tema yang kita angkat sesuai dengan tren perubahan gaya hidup. Seperti penggunaan antibiotik, kelahiran secara cesar dan diet berserat tinggi serta kebiasaan terlalu higienis. Setelah dilakukan penelitian ternyata perubahan lifestyle itu menyebabkan ketidakseimbangan mikrobiota dalam tubuh,” beber dia. (edy/wa)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia