Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Popda Jateng, Taekwondo Raih Tujuh Medali

23 Maret 2019, 18: 04: 53 WIB | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi (Radar Jogja)

Share this      

SOLO – Tim taekwondo Kota Solo sukses memenuhi targetnya, saat terjun di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2019 untuk kelompok SMP. Kota Solo sukses mendulang empat emas, dua perak dan sekeping perunggu.

Hasil pertarungan selama tiga hari di aula SMAN 2 Semarang yang berakhir Kamis (21/3) itu sekaligus membawa tim Kota Bengawan menempati urutan kedua dalam pengumpulan medali emas di cabang bela diri itu.

”Kota Semarang jadi peraih emas terbanyak dengan lima emas, disusul Solo yang merebut empat emas dan Banyumas dengan tiga emas. Hasil itu memenuhi target utama kali,’’ kata salah seorang pelatih tim taekwondo Popda SMP Solo, Ali Shollikin.

Pada hari terakhir, dua medali emas dan satu perak melengkapi hasil Kota Bengawan. Gabriel Ken Arya menyumbang sekeping emas dari nomor poomsae (keterampilan jurus) perorangan putra. Satu emas lainnya diraih Thika Rachmania yang menundukkan Earlene Fadhilah Hasna (Salatiga) dengan skor ketat 49-42 di final kyorugi kelas U49 kg putri. Sementara sekeping perak diperoleh Ignasius Holy Prasetya setelah kalah 18-38 dari Muhammad Daffa Ravanelli (Kota Semarang).

 Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua kompetisi, tim Solo telah mengoleksi dua emas, satu perak dan satu perunggu. Emas diraih Pradinda Puspa Rinjani di nomor kyorugi kelas U43 kg putri dan Adelita Putri Permata Sari di kelas U57 kg putri. Satu perak disabet Laurencia di kelas 34 kg putri, serta satu perunggu digenggam Ken Ayu Lintang dari arena pertarungan kelas U46 kg putri.

Dia menambahkan, peta kekuatan taekwondo pelajar di berbagai daerah di Jateng saat ini memang semakin merata. Karena itu, pembinaan usia pelajar di lingkup pada waktu-waktu mendatang harus lebih ditingkatkan.

Secara keseluruhan ada sembilan taekwondoin pelajar SMP Solo yang turut bersaing di ajang tersebut.  Mereka memperoleh tiket ke tingkat Jateng, setelah lolos dari fase kualifikasi di lingkup eks Karesidenan Surakarta pada 25 Februari lalu. 

“Saya lihat performa anak-anak cukup- baik, tapi memang ada yang gagal targetnya. Persaingan memang cukup ketat di kejuaraan ini,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia