Sabtu, 19 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

KPU Pertajam Sosialisasi Pemilu ke Disabilitas

23 Maret 2019, 18: 41: 26 WIB | editor : Perdana

INTENS: Petugas Relawan Demokrasi menyosialisasikan surat suara Pemilu 2019 kepada penyandang disabilitas di SLBN Solo, Jumat (22/3).

INTENS: Petugas Relawan Demokrasi menyosialisasikan surat suara Pemilu 2019 kepada penyandang disabilitas di SLBN Solo, Jumat (22/3). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Upaya menyukseskan Pemilu 2019 semakin gencar dilakukan beragam pihak. Kemarin (22/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta menggelar sosialisasi tata cara pencoblosan kepada penyandang disabilitas di SLBN Solo.

Kegiatan tersebut melibatkan Relawan Demokrasi. Mereka menunjukkan tata cara mencoblos surat suara yang baik dan benar agar tidak kehilangan hak suara.

Sebelumnya, Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti menjelaskan, Relawan Demokrasi disebar di sepuluh segmen target sosialisasi pemilu. Antara lain keluarga, pemilih muda, pemilih pemula, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas keagamaan, dan netizen.

Segmen pemilih berkebutuhan khusus berbeda dengan disabilitas. “Berkebutuhan khusus yakni saudara-saudara kita yang di rumah sakit, di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan. KPU melihat mereka memiliki kebutuhan khusus, artinya dari pelayanan untuk menggunakan hak suaranya,” beber Nurul.

Di lain sisi, organisasi masyarakat Barisan Siap Nusantara mengajak warga Kota Bengawan memasang bendera Merah Putih pada hari tenang Pemilu. Itu sebagai upaya mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ujaran kebencian, hoax, atau berbeda pilihan terkadang menyebabkan perpecahan antara warga, saudara, dan tetangga” ujar pembina Barisan Siap Nusantara Matias Andry.

Nah, dengan mengibarkan bendera Merah Putih, lanjut Matias, merupakan pengingat bahwa apapun hasil pemilu merupakan pilihan rakyat Indonesia, sehingga persatuan harus tetap terjaga. 

Senada diterangkan Pendiri Barisan Siap Nusantara Agus Mardianto Bugis. “Saya berharap dengan memasang bendera Merah Putih Kota Solo tetap kondusif dalam menyikapi perbedaan pilihan,” terang dia.

Menyikapi adanya ajakan memasang bendera Merah Putih di masa tenang pemilu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surakarta Budi Wahyono mengatakan, hal itu bukan merupakan pelanggaran.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum, saat hari tenang tidak boleh ada aktivitas kampanye dalam bentuk apapun. ”Pemasangan bendera Merah Putih bukan merupakan wujud kampanye. Layak diapresiasi,” tutur Budi. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia