Selasa, 15 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Ponpes Didorong Lahirkan Santripreneur

23 Maret 2019, 19: 40: 21 WIB | editor : Perdana

APRESIASI: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tiga dari kiri) saat di Sragen.

APRESIASI: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tiga dari kiri) saat di Sragen.

Share this      

SRAGEN – Pondok pesantren didorong melahirkan wirausahawan baru yang punya daya saing. Untuk itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau bantuan alat produksi yang disalurkan ke Pondok Pesantren Darul Ihsan Muhammadiyah (Dimsa) di Kampung Pringan RT 01 RW 01 Karang Tengah, Kecamatan Sragen, kemarin (22/3).

Airlangga menjelaskan, kemenperin mengembangkan program santripreneur untuk memaksimalkan potensi ponpes yang besar. Dengan program ini diharapkan para santri terinspirasi dalam bidang kewirausahaan.

”Di Sragen ini kami bantu peralatan untuk membuat roti. Peluang usaha roti sangat besar, terutama di pesantren itu sendiri,” kata Airlangga.

Dia menambahkan gerakan ini berawal dari koperasi pesantren. Selain itu kebanyakan lulusan pesantren bukan sebagai pegawai negeri. Namun menjadi wirausaha yang sukses dan mandiri.

”Program kami sangat cocok di lingkungan santri. Kita sasar ponpes sebanyak-banyaknya,” imbuh ketua umum Partai Golkar tersebut.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi kemenperin yang memberikan bantuan ke ponpes. Bantuan itu diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Sragen. ”Di Sragen sendiri ada 165 ponpes dengan total santri mencapai 12.600 orang,” ujarnya.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih menambahkan, program santripreneur oleh Ditjen IKMA sudah membina sebanyak 22 pondok pesantren. ”Lebih dari 3.000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan. Ponpes memiliki peran penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di pedesaan,” tandasnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia