Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Gairahkan Solo Utara dengan Videotron

Seharga Rp 1,3 Miliar

24 Maret 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Perdana

PUSAT KERAMAIAN: Kawasan Jembatan Keris Tirtonadi yang bakal menjadi titik pemasangan videotron.

PUSAT KERAMAIAN: Kawasan Jembatan Keris Tirtonadi yang bakal menjadi titik pemasangan videotron. (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

SOLO – Kawasan Solo utara sepertinya menjadi anak emas pemkot. Lokasi tersebut ditarget menjadi pusat bisnis baru. Salah satunya dengan memasang videotron senilai Rp 1,3 miliar di sisi barat Jembatan Keris Tirtonadi.

Rencananya, pembangunan dilaksanakan tahun ini menggunakan APBD 2019. Layar lebar tersebut berukuran 4x6 meter. Jauh lebih besar dibandingkan dengan lima videotron yang sudah terpasang sebelumnya.

Kepala Sub Bidang Perhitungan dan Penetapan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Surakarta Wulan Tendra Dewayani mengatakan, pemkot sedang melakukan penghitungan potensi pendapatan dari pemasangan videotron tersebut.

“Lokasinya kemungkinan di barat jembatan, tetapi belum pasti titiknya. Namun, di sekitar situ,” katanya, Sabtu (23/3).

Perempuan yang akrab disapa Tendra itu menambahkan, videotron itu dibuat untuk kepentingan komersil. Meski begitu, pemkot juga mempertimbangkan porsi iklan layanan masyarakat dan informasi kepemerintahan untuk ditayangkan.

Pemilihan lokasi mempertimbangkan potensi tingginya keramaian di dekat Terminal Tirtonadi. Dari sisi lahan, pemkot juga masih memiliki cukup ruang di Taman Tirtonadi.

Sebelumnya, lima videotron telah dipasang di simpang empat Gendengan, simpang tiga Sriwedari, simpang tiga Kerten,simpang empat Purwosari dan tugu Makutho, memprioritaskan pesan pemerintah.

“Komposisinya (konten videotron,Red) 40 persen untuk komersil, 60 persen untuk informasi pemerintah,” imbuhnya.

Selain videotron, pemkot juga akan mengaktifkan papan iklan totem berbentuk gunungan. Saat ini bangunan visik telah dipasang di depan rumah dinas wali kota Loji Gandrung dan depan Taman Sriwedari. Keduanya berisi informasi lokasi wisata di Solo. “Nanti kita proyeksikan sebagai papan iklan. Sementara dibuat sebagai papan informasi dulu,” jelas Tendra.

Kepala BPPKAD Yosca Herman Soedrajat menegaskan, seluruh potensi pendapatan pendapatan dari sektor reklame akan dimaksimalkan. Setiap hari, pihaknya melakukan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan reklame.

“Petugas kita ada patrol rutin untuk menurunkan reklame kedaluarsa atau reklame belum berizin. Penertiban itu dapat mendongkrak pendapatan,” tegasnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia