Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Konstruksi PLTSa Ditentukan April

24 Maret 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : Perdana

MODERN: Contoh alat pengolah sampah menjadi energi listrik di PLTSa Putri Cempo.

MODERN: Contoh alat pengolah sampah menjadi energi listrik di PLTSa Putri Cempo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Rencana operasional pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Putri Cempo masuk babak baru. Lokasi proyek ditinjau manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang digadang-gadang memberi pembiayaan konstruksi PLTSa.

Direktur utama perseroan pelat merah tersebtu Emma Sri Martini mengatakan, keputusan akan disampaikan secara resmi pertengahan April tahun ini. Pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian dan pembahasan dengan tim.

Normalnya, keputusan baru bisa diambil beberapa bulan setelah melihat lapangan. Tapi, karena tenggat waktu PT Solo Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai pelaksana proyek melaksanakan financial close Maret 2020, maka pemberian keputusan dipercepat. 

“Pemkot ingin 2020 paling tidak konstruksi selesai dan bisa beroperasi. Kami upayakan menggandeng investor lain,” kata Emma, Sabtu (23/3).

Investor lain, lanjutnya, kemungkinan besar dari perbankan milik pemerintah. Dia membuka peluang seluas-luasnya bagi BUMN perbankan yang akan menancapkan investasi ke PLTSa melalui SMI. 

Jika itu dapat dilakukan, dia yakin kerja sama tersebut menjadi investasi yang menjanjikan. Meski begitu SMI meminta seluruh pihak untuk memahami betul struktur proyek dan pembiayaan yang akan dilakukan.

“Struktur proyek tidak hanya menyasar konstruksi, tapi juga mitigasi risiko. Seperti down size proyek PLTSa yang semula menghasilkan daya listrik sepuluh MW, menjadi lima MW. Selain itu, nilai jual listrik dari 18,77 sen US dolar, menjadi 13,35 sen US dolar. Itu akan berpengaruh terhadap revenue proyek,” urainya.

Sebelumnya, Direktur SCMPP Elan Syuherlan mengatakan, ada empat lembaga pendanaan yang tertarik bekerja sama. Namun, SMI menjadi lembaga yang paling mungkin untuk menjalin kerja sama.

“Kita mempertimbangkan sejumlah penawaran di antaranya jangka waktu, besaran bunga, dan sejumlah poin komersial lain,” pungkasnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia