Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Features

Anggota Komunitas Riot, Saling Support Sampai Garis Finish

24 Maret 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Anggota Komunitas Riot, Saling Support Sampai Garis Finish

Running Is Our Therapy adalah kepanjangan dari RIOT. Nyatanya, nama tersebut menggambarkan motivasi para anggota RIOT Solo dalam berlari. Banyak yang memilih berlari untuk menghilangkan penatnya. Ada juga yang berlari untuk ajang refreshing. Bahkan beberapa di antaranya menjadikan lari sebagai terapi mengurangi candu terhadap rokok.

”Banyak orang yang suntuk dengan pekerjaannya, kemudian dibawa lari jadi happy lagi. Beberapa lainnya termotivasi mengurangi bahkan berhenti merokok agar larinya bisa secepat teman yang tidak merokok,” ungkap Captain RIOT Solo, Dion Kusuma.

Terapi itu diwujudkan dengan rutin berlatih yang diagendakan tiga kali dalam seminggu. Dion kerap bertemu dengan pelari baru dan tak sungkan mengajak bergabung menjadi member RIOT Solo.

”Ada yang langsung mau gabung, ada yang masih pengen lari sendiri. Tidak apa-apa, kami tidak memaksa. Karena memang tidak ada syarat tertentu untuk bisa gabung bersama kami. Yang penting suka lari,” sambungnya.

Salah seorang member RIOT Solo, Maya Indriani Santosa mengakui hal itu. Ia menilai RIOT bukanlah grup yang eksklusif. Tidak ada ceritanya, RIOT memilih anggota yang bisa bergabung di dalamnya. Namun juga bukan komunitas yang terlalu banyak anggota sehingga rasa kekeluarganya pun berkurang.

”Tidak ada anggota yang tidak kenal satu sama lain, semua kenal dan saling support,” katanya.

Bentuk support yang diberikan member RIOT bermacam-macam. Mulai dari membuat poster penyemangat di instagram tiap kali race. Anggota lain juga ikut posting poster penyemangat tersebut untuk menyuntik dukungan.

Andre Handoyo, member RIOT Solo lainnya juga pernah merasakan hal yang sama. Setiap race yang diikuti, masing-masing pelari selalu disambut di finish line oleh member lain yang sudah menunggu.

”Jadi kalau kita sudah habis tenaganya pun jadi semangat lagi untuk finish. Jadi strong. Keuntungan lainnya, kita mendapat porsi latihan yang rutin, seminggu tiga kali. Jadi kita pelari termotivasi untuk rajin latihan bersama,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia