Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Girpasang, Surga Tersembunyi di Lereng Merapi

24 Maret 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Girpasang, Surga Tersembunyi di Lereng Merapi

Wisata alam pegunungan bisa menjadi pilihan untuk melepas penat. Salah satunya kampung terpencil di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten yang menyajikan kehidupan tradisionalnya beserta keindahan alam Gunung Merapi. Patut dicoba.

PAGI hari menjadi waktu yang tepat untuk menyusuri ribuan anak tangga menuju Kampung Girpasang. Mengingat jalur pendakian ke Merapi melalui Sapuangin ditutup karena masih berstatus waspada.

Jawa Pos Radar Solo memulai perjalanan dari Kantor Pemkab Klaten sebagai titik poin untuk menuju ke Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Jaraknya sekitar 25 Km dengan estimasi waktu tempuh menggunakan kendaraan bermotor selama satu jam lebih. Tujuan transit pertama di Dusun Ringin, Desa Tegalmulyo.

Untuk menuju Girpasang harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Kendaraan bisa dititipkan ke warga setempat. Dari sinilah petualangan menyusuri ”surga tersembunyi” di lereng Merapi sesungguhnya baru dimulai. 

Jalur utamanya berupa anak tangga yang telah diperkeras dengan semen dan pasir. Panjang masing-masing anak tangga sekitar 1,5 meter. Warga setempat menyebut akses jalan itu dengan 1.001 anak tangga meski jumlahnya lebih dari itu. Saat menapaki perjalanan dari Dusun Ringin ke Girpasang, mata langsung disuguhi hijaunya vegetasi.

Pohon bambu serta tanaman keras lainnya tampak tumbuh lebat selama menyusuri ribuan anak tangga tersebut. Sesekali Jawa Pos Radar Solo berpapasan dengan warga Dusun Girpasang membawa rerumputan yang dipanggul di atas kepala. Sesampai di dasar jurang, terdapat sumber air yang sering kali menjadi alternatif bagi warga untuk kebutuhan air bersih di saat musim kemarau tiba.

Warga Girpasang sudah terbiasa melewati jalur tersebut tanpa harus beristirahat di tengah perjalanan. Padahal mereka membawa beban berat seperti sayuran maupun arang. Karena kebiasaan itu, rata-rata waktu tempuh hanya sekitar 15 menit hingga 30 menit. Berbeda dengan wisatawan yang baru pertama kali menyusuri anak tangga. Rasa lelah akan cukup terasa sehingga waktu perjalanan bisa mencapai 45 menit. Apalagi anak tangga yang dilewati berkelok-kelok.

Perkampungan Girpasang sendiri berada di kawasan lereng Merapi dengan jarak sekitar 4 Km dari puncak gunung. Berada di wilayah perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.100 meter dari permukaan laut (Mdpl). Hal ini membuat Girpasang sering kali tertutup kabut terutama pada sore hari.

Suasana sejuk nan asri memang mewarnai selama perjalanan menyusuri anak tangga menuju Girpasang. Perjalanan semakin menyenangkan karena dipadu dengan keramahan warganya, seperti yang dirasakan Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

”Mangga pinarak riyen (silakan mampir dulu),” ucap Slamet Mulyono, 45, sambil menawarkan teh hangat di rumahnya.

Mayoritas rumah di Girpasang berlantai tanah, berdinding ayaman bambu serta genting dari tanah. Tampak kayu atau bambu, kebun bunga, sayuran serta kandang ternak di perkarangan rumah warga. Begitulah gambaran perjalanan menyusuri anak tangga hingga suasana Dusun Girpasang yang hanya dihuni 12 kepala keluarga (KK). Terdiri dari 37 jiwa tinggal di sembilan rumah dengan mayoritas bekerja sebagai petani sayuran dan berternak. (ren/adi)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia