Kamis, 24 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Walikota Bakal Evaluasi Sekda 6 Bulan ke Depan

24 Maret 2019, 16: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Walikota Bakal Evaluasi Sekda 6 Bulan ke Depan

SOLO – Belum genap sehari menjadi sekretaris daerah (sekda) Surakarta, Ahyani sudah mendapat tugas relatif berat. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bakal melakukan evaluasi terhadap mantan kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) itu selama enam bulan ke depan.

Wali kota menyebut salah satu tugas yang harus segera dilaksanakan adalah menindaklanjuti Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) pada APBD Perubahan 2019.

Selain itu, dia juga harus membuat KUAPPAS 2020 beserta rancangan APBD. Penerapan anggaran harus sesuai dengan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Kota beberapa waktu lalu. “Itu yang harus dikerjakan sekda baru. Setelah enam bulan nanti kita akan evaluasi. Apakah kinerjanya sesuai harapan atau tidak,” katanya, Sabtu (23/3).

Rudy menyebut evaluasi menjadi hal yang lumrah bagi pejabat, khususnya yang duduk di eselon II. Hal itu sebagai salah satu bentuk kontrol pimpinan terhadap kinerja anak buahnya. Sekaligus masukan bagi pejabat yang bersangkutan. Wali kota tak ingin evaluasi dijadikan beban bagi sekda baru.

“Itu hal yang lumrah. Semua eselon II, kepala OPD (organisasi perangkat daerah,Red) juga kita evaluasi tiap enam bulan,” imbuh dia.

Menanggapi hal tersebut, Ahyani menerangkan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) juga selalu mendapatkan monitoring dan evaluasi dari pejabat di atasnya. Jika tanpa evaluasi, pekerjaan abdi negara akan jalan di tempat.

“Target-target sebisa mungkin harus diselesaikan. Karena kita menjelang akhir, kalau ada deviasi atau perubahan sulit diluruskan,” ujarnya.

Ahyani juga menyinggung soal harmonisasi antar-OPD sebagai bekal dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam sebuah pekerjaan, tidak ada satu OPD pun yang dominan, sedangkan lainnya dipandang sebelah mata.

“Misalnya di dispendukcapil punya program yang unggul, nggak bisa berdiri sendiri. Ada suplai data dari bappeda, dinas kesehatan dan lain-lain. Nggak bisa kerja sendiri,” tegasnya.  Dia ingin membangun kolaborasi dalam menyongsong birokrasi di era 4.0. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia