Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Reuni Arseto, Berbagi Indahnya Momen Masa Lalu

24 Maret 2019, 17: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Reuni Arseto, Berbagi Indahnya Momen Masa Lalu

SOLO – Reuni jadi ajang yang pas untuk seorang pemain melepaskan penat, dan merangkai kembali ingatannya tentang masa muda dengan rekan-rekan seangkatannya. Hal inilah yang jadi hal yang lumrah terjadi dalam sebuah momen reuni. Termasuk yang dilakukan oleh para pemain bola, yang sebagian besar dilakukan dengan menggelar sebuah pertandingan sepakbola.

Seperti yang dilakukan oleh Arseto beberapa hari lalu. Reuni dilakukan dengan cara menggelar pertandingan uji coba dengan tim asal Surabaya.

”Senangnya ikut reuni itu, tentu jadi ingat-ingat lagi momen apa saja saat saya dan teman-teman lakukan beberapa tahun lalu saat masih tinggal bersama dalam sebuah ikatan klub. Kadang rindu sekali ingin kembali bertemu teman-teman lama, tapi karena usia dan jarak yang sudah mencar semua, jadi agak sulit. Bisa dibilang reuni itu jadi sebuah momen yang langka,” terang pemain Arseto tahun 1990an, Charles Putiray kepada Jawa Pos Radar Solo.

Manajer klub PS Unsa Asmi Rio Arya Surendra menjelaskan saat Arseto juara, dirinya masih kecil. Walau begitu karena posisi ayahnya sebagai manajer Arseto, ternyata membuat dia cukup akrab dengan para pemain Arseto.

Dari berbagai tur sempat dia ikuti bersama klub yang eksis di Solo dari tahun 1984 sampai 1998 tersebut.

”Reunian Arseto saya pasti ikut. Saya memang bukan pemain di tim ini, namun seperti ada ikatan kekeluargaan dengan tim ini. Mungkin karena ayah saya pernah jadi manajer di Arseto,” tuturnya.

Ketika ditanya momen apa saya yang masih dia ingat dengan tim ini, ternyata jawabannya adalah banyak.

”Saya masih ingat pintu Stadion Sriwedari sering jebol karena penonton banyak yang ingin memaksa masuk secara gratis. Sepertinya Arseto punya langganan tukang las khusus, yang disuru ngelas setelah Arseto tanding di Sriwedari karena pintunya lagi-lagi jebol,” terangnya.

”Ulah suporter zaman dulu juga aneh-aneh. Saya sepertinya pernah lihat ada suporter ngencingi gawang Arseto saat tanding di luar Kota Solo, padahal saat itu kiper Arseto masih ada di situ jaga gawangnya,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia