Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Disparbudpora Kampanyekan Gowes jadi Gaya Hidup

25 Maret 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PERAS KERINGAT: Kampanye gowes di Car Free Day Klaten di Jalan Sumpah Pemuda, Minggu (24/3).

PERAS KERINGAT: Kampanye gowes di Car Free Day Klaten di Jalan Sumpah Pemuda, Minggu (24/3). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Gelaran Car Free Day (CFD) Klaten, di Jalan Pemuda dimanfaatkan untuk mengkampanyekan gowes menjadi gaya hidup. Difasilitasi Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten. Dihadiri lebih dari 50 komunitas sepeda di Klaten. Baik komunitas sepeda klasik hingga downhill.

Pantia penyelenggara kopdar gabungan komunitas sepeda santai, Martinus Sigit Ari Wibowo menjelaskan, agenda ini murni untuk kesehatan. Bukan terlibat kampanye salah satu kubu atau partai politik.

”Kami tidak menyangka seluruh komunitas sepeda di Klaten ambil bagian dalam kopdar kali ini. Karena misi kami mengkampanyekan gowes yang bisa membuat badan menjadi sehat. Jauh dari narkoba dan justru dapat berprestasi di olahraga,” jelas Sigit kepada Jawa Pos Radar Solo.

Acara yang digelar di depan Plasa Klaten berlangsung meriah. Setiap komunitas memperlihatkan keunikan sepeda yang digunakannya. Termasuk pakaian dari para anggota komunitas sepeda juga menyita perhatian para pengunjung.

Gowes bersama maupun kopdar sesama komunitas sepeda akan dilaksanakan secara rutin. Harapannya warga yang berminat pada kegiatan bersepeda di Klaten semakin banyak. Apalagi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehingga tidak bertumpu pada penggunaan kendaraan bermotor saat beraktivitas.

”Rencananya Agustus nanti akan ada gowes Tour de Merapi. Harapannya banyak peserta yang ikut ambil bagian dari acara ini. Selain menyehatkan badan juga bisa mengenalkan potensi wisata yang ada di Klaten,” bebernya.

Peserta dari Lombok Abang Cycling Club (LACC), Suyatno, 52, mengaku sudah 28 tahun gowes. Dia merasakan banyak manfaat dari gowes. ”Terutama untuk kesehatan jantung. Sampai saat ini saya belum pernah sakit dan dirawat di rumah sakit. Kuncinya ya bersepeda,” beber warga Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara tersebut.

Kecintaannya pada olahraga sepeda juga ditunjukan dengan mengikuti perlombaan balap sepeda di berbagai kota. Salah satunya saat gowes Surabaya-Bromo sejauh 100 km. Dirinya pun masuk posisi ketiga untuk kategori usianya 52 tahun ke atas.

”Saya terus berkomitmen untuk mempromosikan kegiatan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup di kota sendiri. Apalagi dengan rutin bersepeda banyak manfaat yang kita dapatkan terutama pada kesehatan,”ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia