Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Warga Tambal Tanggul Longsor Kali Samin 

25 Maret 2019, 09: 50: 59 WIB | editor : Perdana

SEMANGAT: Warga Dukuh Pengkol RT 02 RW 06 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto menambal longsoran kemarin. 

SEMANGAT: Warga Dukuh Pengkol RT 02 RW 06 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto menambal longsoran kemarin.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Warga Dukuh Pengkol RT 02 RW 06 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto gotong-royong menambal tanggul aliran Kali Samin yang longsor kemarin (24/3). BPBD Sukoharjo juga ikut memantau kegiatan tersebut. Pihaknya juga masih waspada terhadap potensi bencana. 

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, kejadian longsor di aliran Kali Samin tersebut sudah terjadi sejak awal Maret lalu. Namun, warga melakukan gotong - royong kemarin lantaran melihat intensitas hujan yang masih tinggi. ”Kita hanya memantau, ada relawan dan warga yang melakukan penambalan,” papar dia.

Penambalan dilakuakan warga menggunakan tumpukan karung berisi tanah dan pagar dari bambu. Mereka berharap dengan menambal longsor tersebut kondisi tanggul bisa makin kuat dan tidak merembet ke lokasi lain. 

Diketahui panjang longsoran yakni 18 meter. Sementara, lebar dari longsoran mencapai 15 meter dengan tinggi 2,5 meter. ”Terjadi karena hujan lebat awal Maret kemarin, kita apresiasi warga mau bergotong - royong menambal longsor,” papar Sri Maryanto.  

Sementara itu, akhir musim penghujan diprediksi pada April nanti. Untuk itu, masyarakat tetap diminta waspada. Informasi terakhir yang diterima BPBD Sukoharjo dari BMKG diketahui curah hujan selama awal sampai pertengahan Maret ini cukup tinggi. Kondisi tersebut terjadi tidak hanya di wilayah Kabupaten Sukoharjo saja namun juga di daerah lainnya. 

Curah hujan yang tinggi ini memicu terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah di Sukoharjo. Sri Maryanto mengatakan, karena itu kewaspadaan penuh dilakukan oleh petugas khususnya tim gabungan dengan melakukan pemantauan wilayah. 

”BPBD Sukoharjo juga berkoordinasi dengan BPBD daerah lainnya untuk melakukan pemantauan bersama. Termasuk komunikasi untuk saling menginformasikan kondisi di daerahnya masing-masing,” paparnya. (Yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia