Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Setelah Tawon, Damkar Tangani Ular dan Monyet

25 Maret 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Perdana

BASMI: Petugas damkar saat melakukan OTT tawon beberapa waktu yang lalu. 

BASMI: Petugas damkar saat melakukan OTT tawon beberapa waktu yang lalu.  (RYANTONO P.S./RADAR SOLO )

SUKOHARJO – Permintaan masyarakat pada Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo semakin bervariasi. Setelah melakukan program operasi tangkap tangan (OTT) Tawon kini mereka juga menangani ular dan kera yang masuk rumah.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Sukoharjo Margono mengatakan, memang ada berbagai permintaan saat ini dari masyarakat. Selain tawon, kini mereka juga meminta damkar mengatasi persoalan ular dan kera. ”Tetap kita layani namanya permintaan masyarakat,” papar dia.

Pihaknya mengatakan, untuk permintaan menangkap ular sendiri sudah beberapa kali dilakukan petugas pemadam kebakaran. Dia mengatakn, total untuk awal tahun ini ada 4 permintaan menangkap ular yang masuk dalam rumah. 2 ekor ular tertangkap sementara dua lagi sudah pergi setelah petugas datang. Sementara itu, untuk kasus menangkap kera ada 1 kasus.

Menurut Margono, hal ini berarti masyarakat semakin percaya terhadap Damkar Sukoharjo. Mereka merasakan langsung keberadaan petugas di lapangan. ”Kita menyambut baik saja, kepercayaan masyarakat pada kami,” papar dia.

Sementara itu, untuk penanganan sarang tawon sendiri awal tahun ini pihaknya total menangani 235 kasus tawon. Rinciannya Januari ada 130 kasus, Februari 90 kasus, dan Maret 15 kasus. Permintaan ini terus bertambah sampai saat ini.

Dalam melakukan pemusnahan sarang tawon tersebut petugas menggunakan pakaian tertutup. Hal itu untuk menghindari sengatan lebah. Selain itu, pihaknya juga membawa kresek besar untuk tempat sarang. ”Wajar kalau merasa was-was. Kita siap membantu masyarakat. Karena efek dari sengatan lebah juga berbahaya,” terang Margono.

Margono mengatakan, kebanyakan sarang tersebut berada di atap. Petugas memusnahkannya dengan cara di semprot menggunakan air. Ada dua petugas yang naik ke atap dan melakukan evakuasi tersebut. ”Sudah kami jalankan pemusnahan sesuai prosedur. Kalau ada permintaan dari masyarakat kami layani,” papar dia. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia