Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Gali Minat Siswa ke Perpustakaan

25 Maret 2019, 23: 47: 19 WIB | editor : Perdana

SAMBUTAN: Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Muhdiyatmoko saat hadir di acara Apresiasi Seni dan Literasi akhir pekan lalu.

SAMBUTAN: Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Muhdiyatmoko saat hadir di acara Apresiasi Seni dan Literasi akhir pekan lalu.

Share this      

SOLO – Zaman yang sudah serba digital, memang sedikit sulit memisahkan generasi Z dengan gadget. Semua informasi dalam genggaman tangan tersebut menjadi senjata bagi generasi muda untuk mengetahui berbagai macam hal. Namun SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta berhasil menerapkan diet gadget terhadap seluruh siswanya. Selama berada di lingkungan sekolah, perpustakaan lah yang menjadi sumber informasi dan pengetahuan, yang diharapkan bisa jadi akses utama para siswa.

”Para siswa tidak boleh bawa handphone (HP) ke sekolah. Selama kurang lebih delapan jam, mereka harus diet gadget di sekolah. Sebagai gantinya, saat istirahat, mereka datang ke perpustakaan. Bisa membaca buku, koran, atau browsing informasi di sana. Kami harap peran perpustakaan untuk mengedukasi terasa oleh anak-anak,” beber Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko kepada Jawa Pos Radar Solo dalam acara Apresiasi Seni dan Literasi, akhir pekan lalu.

Untuk meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan, Muhdiyatmoko menyediakan berbagai buku bacaan yang diinginkan para siswa. Para siswa dilibatkan dalam pemilihan buku saat pihak perpustakaan akan menambah koleksi buku bacaan. Cara ini efektif menarik minat siswa datang ke perpustakaan, khususnya minat mereka untuk rajin membaca.

”Kami minta masukan ke anak-anak. Mereka inginnya buku apa agar bisa ada di perpustakaan, jadi buku-buku yang disediakan di perpustakaan benar-benar akan dibaca mereka. Karena kebutuhan mereka sudah terpenuhi di perpustakaan, mereka jadi terlihat antusias sekali,” jelasnya.

SMP Muhammadiyah PK Kottabarat pun menerbitkan majalah sekolah tiap enam bulan sekali. Majalah bertajuk PK Teenable tersebut digarap sendiri oleh para siswa. Dilengkapi juga dengan terbitan lainnya, seperti buku antologi puisi dan antologi cerita pendek yang disusun bersama guru dan siswa.

”Ini bentuk komitmen kami dalam meningkatkan budaya literasi di sekolah. Tidak hanya siswa, namun para guru juga.” imbuhnya.

Salah satu upaya SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta untuk menarik minat siswa terhadap budaya literasi salah satunya dengan menggandeng Jawa Pos Radar Solo. Di sela-sela gelaran ajang kreasi dan seni, para siswa diajak untuk membaca koran Jawa Pos Radar Solo bersama. Antusiasme membludak, saat mereka diminta naik ke atas panggung untuk membaca satu berita favoritnya.

”Di rumah aku juga langganan koran Jawa Pos. Paling senang baca halaman Zetizen dan berita politik. Aku suka berita politik karena setiap hari selalu ada informasi baru,” kata salah seorang siswa, Amanda. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia