Jumat, 20 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hari Pertama UNBK SMK tanpa Kendala Teknis

26 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Hari Pertama UNBK SMK tanpa Kendala Teknis

SOLO - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dimulai kemarin. Ratusan sekolah negeri dan swasta di eks Karesidenan Surakarta serentak melaksanakan ujian di masing-masing sekolah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, bagi peserta ujian datang terlambat tidak diizinkan ikut ujian hari itu. Sebagai gantinya, siswa tersebut harus mengikuti ujian susulan.

“Tahun ini kalau ada yang terlambat diikutkan jadwal ujian susulan. Maksimal keterlambatan 15 menit. Jadi memang harus tertib, tidak bisa negosiasi lagi. Hari ini (kemarin) ada lima siswa terlambat, tapi masih bisa lanjut ujian,” ungkap Wakil SMKN 8 Surakarta Bidang Humas Agus Wiranto di sela-sela ujian berlangsung, kemarin.

Agus mengaku pada hari pertama ujian masih ada beberapa siswa yang terlambat. Ia memaklumi lantaran mayoritas siswanya berasal dari luar kota yang dilaju, meski beberapa di antaranya tinggal di kos. Untuk hari berikutnya tidak ada toleransi keterlambatan.

“Karena kalau terlambat kan tidak ada perpanjangan waktu. Sayang kalau mengerjakan ujiannya tidak optimal,” sambungnya.

Selain keterlambatan peserta ujian, Agus menyebut pelaksanaan ujian di sekolahnya relatif lancar. Tidak ada kendala teknis yang berarti. Pihaknya membuka tiga laboratorium dengan 110 komputer. Dilengkapi dengan enam komputer cadangan dan satu unit genset. Komputer tersebut digunakan 226 siswa yang dibagi menjadi tiga sesi.

“Ada satu siswa inklusi, slow learner yang jadi peserta ujian tahun ini. Namun tidak ada pendampingan khusus karena bisa mandiri,” sambungnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Surakarta Suratno membenarkan jika peserta ujian datang terlambat tidak dapat mengikuti ujian saat itu juga. Peserta disarankan untuk mengikuti ujian susulan.

“Ini jika peserta datang terlambat lebih dari satu jam. Lebih baik mengikuti ujian susulan demi hak siswa mendapatkan waktu yang penuh selama dua jam mengerjakan ujian. Agar peserta lebih maksimal dalam mengerjakan ujian,” bebernya.

Suratno mengaku ketentuan tersebut sudah tercantum dalam prosedur operasional standar (POS) penyelenggaraan UNBK. Namun pada hari pertama pelaksanaan ujian, pihaknya belum mendapat laporan jumlah siswa terlambat yang akan mengikuti ujian susulan.

“Belum ada laporan siswa terlambat dan kendala teknis lainnya. Sehingga bisa disimpulkan pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan lancar. Sinkronisasi juga lancar di semua sekolah. Tahun ini, 49 SMK negeri dan swasta sudah mandiri. Tidak ada sekolah yang numpang ujian,” katanya.

Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran (mapel) yang diujikan pada UNBK hari pertama. Tidak ada soal yang tidak muncul. Namun dikhawatirkan hari ini saat mapel Matematika ada beberapa soal tidak muncul lantaran memiliki beberapa soal bergambar.

“Tapi saat simulasi semua soal bisa muncul. Jadi harapannya besok (hari ini) juga berjalan lancar seperti hari ini (kemarin). Biasanya yang sering tidak muncul itu soal kejuruan. Tahun lalu soal animasi tidak muncul. Semoga tahun ini semua soal muncul,” harap Wakil Kepala SMKN 9 Bidang Humas, Sugeng.

Di Wonogiri, setidaknya satu SMK belum bisa menggelar UNBK mandiri karena terkendala fasilitas. Siswa terpaksa menumpang UNBK di SMK lain. Ketua MKKS SMK Wonogiri Suwandi menyebut bahwa UNBK di Wonogiri tahun ini diikuti 7.195 siswa dan melibatkan 614 pengawas. 

“Hari ini sesi pertama lancar, tidak ada kendala. Server sampai peserta didik tidak ada yang absen. Dari 46 sekolah, ada satu sekolah numpang ujian. SMK PGRI Wonogiri gabung di SMK Negeri 1 Wonogiri,” ujarnya.

Sementara di Sukoharjo, tiga siswa absen pada hari pertama. Satu siswa ikut orang tuanya merantau. Sementara, dua siswa lainnya sakit. “Ada 6.827 siswa peserta ujian. Hari pertama berjalan tertib. Bagi yang absen karena sakit bisa ikut ujian susulan,” ujar Ketua MKKS SMK Sukoharjo Mujiono

Terpisah, Ketua MKKS SMK Klaten Budi Sasongko mengatakan, terdapat 54 SMK negeri dan swasta yang mengikuti UNBK pada tahun ini dengan total peserta ujian 9208 siswa. “Seluruh sekolah tahun ini bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Tidak ada sekolah yang gabung dengan sekolah lain. Masing-masing sekolah juga sudah menyiapkan genset untuk antisipasi jika listrik padam,” ujarnya.

Kondisi sama terjadi di Boyolali. Sebanyak 6.725 siswa SMK mengikuti UNBK pada hari pertama tanpa kendala teknis. Total ada 42 SMK negeri dan swasta.  “Sudah 100 persen (SMK) melaksanakan UNBK,” ujar Ketua MKKS Boyolali Kasiswo.

Pengawas SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah, Agung Setiyarto memastikan UNBK di Boyolali berjalan lancar. Selain itu, peralatan yang digunakan siswa peserta UNBK juga sesuai standar yang diamanatkan oleh pos ujian nasional. “Ini agar peserta ujian nyaman,” ujarnya. 

Untuk ujian hari kedua Selasa ini (26/3) akan diujikan mata pelajaran Matematika dan Rabu (27/3) soal Bahasa Inggris. Sedangkan hari terakhir Kamis (28/3) mata pelajaran Teori Kejuruan. (aya/kwl/yan/ren/wid/bun)

(rs/aya/kwl/yan/ren/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia