Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Gaji Pokok ASN Naik Rp 150 Ribu, Bupati: Bahan Introspeksi Kinerja

26 Maret 2019, 22: 02: 13 WIB | editor : Perdana

DISIPLIN: ASN Dishub Wonogiri menggelar upacara bendera setiap tanggal 17.

DISIPLIN: ASN Dishub Wonogiri menggelar upacara bendera setiap tanggal 17. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Aparatur sipil negara (ASN) pemkab makin semringah. Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Suharno telah menandatangani surat keputusan kenaikan gaji. Rata-rata, gaji pokok ASN naik sekitar lima persen atau Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Ada pula kenaikan sekitar Rp 500 ribu untuk golongan IV E.

"Hari ini tadi (kemarin,Red) baru saya tandatangani," kata Suharno, Senin (25/3). Penyesuaian gaji pokok ASN tersebut mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15/2019 tanggal 13 Maret 2019 tentang Perubahan Ke-18 Atas PP Nomor 7/1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dalam surat nomor 950/2567 yang ditandatangani Suharno disebutkan, pembayaran gaji pokok ASN terhitung mulai Januari 2019 disesuaikan dengan PP Nomor 15/2019.

Selain itu, pencetakan daftar gaji ASN per April 2019 agar disesuaikan dengan PP Nomor 15/2019. "Kekurangan atas kenaikan gaji pokok baru, bulan Januari 2019 sampai Maret 2019 dapat diajukan kepada bupati Wonogiri lewat Kepala BPKD (Badan Pengelolaan Keuangan Daerah,Red) Wonogiri setelah penerimaan gaji induk PNS bulan April 2019," urai sekda.

Kepala BPKD Wonogiri Stefanus Pranowo menyebut, jumlah ASN di Wonogiri sebanyak 9.781 orang. Terdiri dari guru sebanyak 5.319 personel, dan ASN lainnya 4.462 orang. 

Adapun total gaji yang akan dibayarkan pada April mendatang lebih dari Rp 48,9 miliar, sedangkan pada Maret lalu hanya sekitar Rp 46 miliar. “Kami menambahkan senilai Rp 2,7 miliar," jelasnya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan,  kenaikan gaji ASN sebagai bahan introspeksi. Artinya, upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan ASN harus diimbangi dengan perbaikan kinerja.

"Perbaikan kinerja dan tanggung jawab bukan berbasis persepsi dan opini. Sekarang ini kinerja sudah dimonitor melalui sistem. Kalau bicara Wonogiri, kinerja pemerintahan dalam E-Sakip mendapatkan poin BB," terang dia.

Ada lima indikator penilaian kinerja ASN, yakni perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja, evaluasi internal, dan evaluasi capaian kinerja. "Hal itu (indikator penilaian, Red) persentasenya harus ditingkatkan supaya capaian kinerja dalam konteks tanggung jawab sebagai ASN lebih optimal,” ucapnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia