Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Daya Listrik Kurang, Studio 6D Arpusda Nganggur

27 Maret 2019, 13: 53: 51 WIB | editor : Perdana

GUDANG PENGETAHUAN: Pelajar mengakses beragam buku di kantor Arpusda Surakarta.

GUDANG PENGETAHUAN: Pelajar mengakses beragam buku di kantor Arpusda Surakarta. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Studio edukasi enam dimensi (6D) di kompleks Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Surakarta selesai dibuat. Namun, studio 6D pertama di Jateng itu belum dapat dimanfaatkan.

Kepala Arpusda Surakarta Sis Ismiati mengatakan, salah satu kendala yang kini dihadapi adalah kurangnya daya listrik untuk menghidupkan studio tersebut. Satu studio butuh daya 24.000 watt.

“Aslinya (studio, Red) sudah selesai, tetapi listriknya belum diatur. Sekarang kalau mau menghidupkan harus matiin sana, matiin sini,” terangnya, Selasa (26/3).

Sebagai solusinya, Arpusda akan meningkatkan daya listrik atau membeli genset khusus untuk studio 6D. Selain listrik, kendala lain adalah belum tersedianya film yang diputar. Untuk sementara, Arpusda melakukan uji coba menggunakan film berdurasi sepuluh hingga 15 menit.

“Film yang diputar harus memiliki izin resmi. Jadi tidak bisa sembarangan. Karena nanti bisa dituntut kalau putar film tidak original dan tanpa izin,” tegasnya.

Studio 6D yang dibangun pemkot berfungsi sebagai sarana edukasi bagi pengunjung Arpusda maupun masyarakat. Dengan efek 6D, penonton mampu merasakan guncangan, angin, hingga air yang dibuat seperti aslinya. Jika resmi beroperasi, studio tersebut akan dikomersilkan.

“Rencananya bayar tapi murah. Karena maintenance mahal, jadi perlu subsidi. Bisa jadi nanti tidak membayar cash, kita buat chip atau secara elektronik. Agar kita tidak repot mengawasi,” kata Ismi.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo juga berpandangan masyarakat yang akan menikmati studio 6D harus membayar. Namun, nominalnya belum ditentukan.

“Nanti, kalau sudah diresmikan saja, kita belum tahu ditarik berapa. Soal listrik, kita butuh genset untuk menghidupkan (studio, Red),” ujarnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia