Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Guru Ngaji di Jateng Terima Bantuan dari Pemprov

27 Maret 2019, 22: 08: 59 WIB | editor : Perdana

PENUHI JANJI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serahkan bisyaroh kepada 5 ribu guru ngaji di Pati.

PENUHI JANJI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serahkan bisyaroh kepada 5 ribu guru ngaji di Pati. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

PATI –Ali Badruddin tidak menyangka pengabdian  dia sebagai guru ngaji selama 23 tahun mendapat perhatian khusus dari Pemprov Jateng. Pria 53 tahun asal Gabus, Kabupaten Pati ini merupakan salah satu dari 5 ribu guru ngaji yang mendapat bisyaroh (insentif) dari Pemprov Jateng di GOR Kabupaten Pati Rabu (27/3). 

“Kami tidak menyangka, pemerintah memberi perhatian pada kami. Kami ini siapa sih, cuma guru ngaji. Saya benar-benar terharu,” ujar Ali Badruddin ditemui usai menerima insentif. 

Sebagai lulusan Pondok Pesantren Sendang Senori Tuban Jatim, Ali dianggap mumpuni dalam penguasaan ilmu agama oleh tetangga-tetangganya dan diminta untuk mengajar ngaji pada 1996.  “Ini memang apresiasi dari pemerintah. Agar ustad bisa profesional membimbing santri. Baru kali ini. Setelah Pak Ganjar berpasangan dengan Gus Yasin,” katanya. 

Tidak pernah dalam benaknya bakal menerima bisyaroh dari pemprov, meski dia telah tercantum dalam daftar guru ngaji di Kemenag dan sempat menerima kabar sehari sebelum acara via WhatsApp. Mulanya dia tidak menghiraukan undangan tersebut, sampai akhirnya salah seorang kawannya menyambangi dan mengajak berangkat. 

Dia bersama 5 ribu guru ngaji di Kabupaten Pati menerima insentif sebesar Rp 1,2 juta selama setahun yang dibagikan per triwulan. Pemprov Jateng sendiri telah mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren. Insentif akan diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar. Tercatat hingga saat ini sudah ada 171.131 orang yang terdaftar akan menerima insentif tersebut.

Ganjar mengatakan, pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan pemprov terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan. “Dulu ketika sama Gus Yasin punya niat, jika kelak terpilih memimpin Jawa Tengah, ayo bantu guru-guru ngaji. Karena perjuangan guru-guru madrasah dalam mendidik anak-anak kita sangat luar biasa. Ini penghormatan kami kepada panjenengan, semoga barokah,” katanya. 

Ganjar menjelaskan, pemberian bisyaroh ini merupakan janji politiknya saat berkampanye bersama Wagub Taj Yasin Maimoen pada Pilgub 2018. Saat itu dia bertekad membantu guru ngaji yang hanya berpenghasilan Rp 100 ribu per bulan dan saat ini kali pertama pemerintah provinsi memberikan insentif pada guru ngaji seluruh Jateng. 

“Kami sudah menitipkan anak-anak sehingga tahu agama, bisa ngaji, dan mengerti tentang berislam dengan baik. Dengan satu harapan, kami hanya menyampaikan terima kasih. Kami tidak bisa memberikan banyak, tapi itu rasa cinta kami pada para guru ngaji. Kami sebenarnya malu karena terlalu sedikit. Tapi dengan itu insyaallah akan jadi ikhtiar kami untuk memperhatikan mereka,” katanya. (bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia