Senin, 16 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Dugaan Monopoli Tiket Umrah, Perpuhi Laporkan Garuda Indonesia ke KPPU

29 Maret 2019, 18: 55: 18 WIB | editor : Perdana

Perpuhi Solo membuat laporan ke KPPU soal kebijakan Garuda Indonesia

Perpuhi Solo membuat laporan ke KPPU soal kebijakan Garuda Indonesia

Share this      

SOLO - Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) akhirnya melaporkan Garuda Indonesia ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada 28 Maret. Ini menyusul kebijakan pembelian tiket umrah yang dinilai kental praktik monopoli karena Garuda Indonesia hanya menyerahkan kepada tiga biro di Indonesia. 

Ketua Perpuhi Her Suprabu mengatakan, per 1 Maret Garuda Indonesia menunjuk tiga agen besar di Jakarta sebagai penyedia tiket rute umrah Solo-Jeddah dan Solo-Madinah. Yakni Maktour, NRA, dan Kanomas. Otomatis, para pengusaha travel umrah di mana pun sudah tidak bisa lagi membeli tiket rute umrah secara langsung ke Garuda Indonesia.

“Kami harus membeli tiket kepada biro yang sudah ditunjuk dengan harga yang lebih mahal. Dulu kita bisa dapat Harga Rp 13,6 juta kini menjdi Rp 15,6 juta. Kenaikannya hampir 20 persen,” jelas Her di kantor Perpuhi Solo Jumat (29/3). 

Selain harga lebih mahal, butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan tiket lantaran proses administrasi dan konfirmasi dari agen terkait. Menanggapi kebijakan yang dianggap merugikan pengusaha travel umrah, kata Her, Perpuhi sudah mengirimkan surat pertama kepada Garuda Indonesia. Isinya meminta untuk mencabut kebijakan tersebut. 

Namun, hingga saat ini baik formal maupun informal tidak ada respons dari Garuda Indonesia. Oleh karena itu, Perpuhi mengambil langkah lagi dengan membuat laporan ke KPPU.

Sementara itu, Branch Manager Garuda Indonesia cabang Solo Hendrawan menyampaikan, kebijakan tersebut sudah diambil alih semuanya oleh pusat. (gis/ria)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia