Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Menikmati Air Terjun 9 Tingkat yang Perawan

Perjalanan Ditemani Kicau Burung dan Monyet

31 Maret 2019, 01: 39: 59 WIB | editor : Perdana

Menikmati Air Terjun 9 Tingkat yang Perawan

OBJEK wisata baru selalu jadi incaran wisatawan. Terlebih wisata yang masih alami dan belum tersentuh tangan manusia. Air Terjun Melati di Wonogiri bisa jadi pilihan untuk dikunjungi pekan ini.

AIR Terjun Melati atau Grojogan Melati terletak di Dusun Melati, Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Lokasinya hanya sekitar 25 kilometer dari kota Solo. Cukup dekat kan untuk menikmati pesona air terjun yang memiliki 9 tingkat ini.

Ke sembilan air terjun tersebut jika diurutkan dari bawah adalah Air Terjun Banyu Anjlog, Kedung Dandang, Kedung Bunder, Kedung Turuk, Jurang Gandil, Kedung Ringin, Kedung Padusan, Kedung Grajakan dan Kedung Kali Telu.

Tapi, hanya 5 sampai 7 air terjun yang mudah diakses. Itu karena lokasinya masih alami dan belum dikelola serius. Jadi bisa dibilang wisata gratis yang masih perawan. 

Untuk menuju lokasi, bisa dicapai dengan kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4. Tapi, hanya sampai rumah warga terakhir yang biasa digunakan untuk penitipan sepeda. Tepatnya di rumah Agus Sarwedi di Dusun Melati, RT 3 RW 6 Desa Keloran, Kecamatan Selogiri. Rumah ini merupakan rumah paling ujung dekat persawahan menuju ke Air Terjun Melati. 

Dari lokasi parkir, perjalanan ke air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 1 kilo meter, atau 15 menit sampai 30 menit. Perjalanan akan melewati pematang sawah di belakang rumah warga, sampai menyeberang jembatan. Setelah jembatan, jalan akan sedikit menanjak serasa mendaki gunung. Tapi santai, jalannya cukup datar. Bahkan anak-anak pun biasa melibas jalan itu.

Jalan setapak menuju air terjun sudah dibuat penduduk sekitar. Suara air sungai yang gemericik dan kicau burung merdu akan menemani wisatawan sepanjang perjalan. Bahkan, sesekali suara monyet menambah alaminya tempat ini.

Namun, wisatawan tetap harus ektra hati-hati karena di kanan kiri jalan setapak rawan longsor, apalagi musim hujan, jalan akan licin.

Sesampainya di lokasi akan disapa oleh pemandangan  air terjun pertama yakni Banyu Anjlok dam Kedung Dandang. Tampak dari kejauhan, air terjun ini terlihat seolah-olah sebagai gapura selamat datang. Masing-masing air terjun terlihat di sisi kiri dan kanan, dipisahkan oleh lereng bukit.

Dari dua air terjun ini mengalir manjadi 1 aliran sungai. Sedangkan untuk menuju air terjun selanjutnya, yakni Kedung Bunder, Kedung Turuk, dan Jurang Gandil harus melalui jalan setapak yang lebih terjal, licin dan berbahaya. Beberapa jurang hanya dibatasi dengan pagar kayu untuk berpegangan.

Bagi para traveler direkomendasikan untuk datang ke komplek Air Terjun Melati pada musim hujan. Sebab, air akan mengalir deras, sejuk dan segar. Berbeda saat musim kemarau, debit air di masing-masing air terjun akan mengecil. Namun tidak akan mengurangi keindahan dan eksotisme air terjun ini. 

"Lokasi ini biasa digunakan untuk kegiatan pramuka, pecinta alam. Bahkan akan digunakan juga untuk KKN (Kuliah Kerja Nyata,Red)," kata Surono, warga sekitar yang menemani perjalanan Travelling Radar Solo. 

Karena belum dikelola maksimal oleh Pemerintah Desa, maka direkomendasikan untuk membawa bekal sendiri, baik makanan ringan atau air minum. Memang sih, di lokasi air terjun pertama ada gubuk-gubuk warung. Tapi hanya berjualan saat-saat tertentu saja jika ramai pengunjung. Tapi, jangan lupa jika membawa makanan dan minuman sampahnya dibawa pulang, karena di lokasi tidak disediakan tempat sampah. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia