Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

KPU Gelar Simulasi di Sriwaru,Nyoblos Surat Suara Cukup 5 Menit

01 April 2019, 18: 37: 12 WIB | editor : Perdana

LANCAR: Proses simulasi pemilihan umum yang digelar di Lapangan Sriwaru, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, kemarin.

LANCAR: Proses simulasi pemilihan umum yang digelar di Lapangan Sriwaru, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, kemarin. (DAMIANUS BRAM)

Share this      

SOLO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta jelas berharap masyarakat bisa meluangkan waktu untuk memberikan hak pilihnya dalam pemilihan umum  17 April mendatang. 

KPU akhirnya menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilhan Umum 2019 di Lapangan Sriwaru, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Minggu (31/3). Beberapa warga ikut serta dalam simulasi ini.

Pada simulasi itu, rata-rata waktu yang dibutuhkan tiap orangnya untuk menjalani proses pemilu antara 5-8 menit untuk menyelesaikan pencoblosan seluruh surat suara yang  berjumlah lima lembar. 

Pada simulasi tersebut, seluruh warga Kelurahan Sondakan yang terdaftar di TPS 13 ikut serta. Sebanyak 289 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hadir dan memberikan hak suaranya pada kegiatan tersebut. ”Simulasi ini diikuti seluruh warga yang sudah terdaftar dalam DPT. Bilik suara, kotak suara, KPPS dan PPS semuanya asli, namun untuk surat suara tidak menggunakan yang asli tapi diganti dengan surat suara yang bergambar buah-buahan,” kata terang Divisi Teknis Bidang Penyelenggaraan KPU Kota Surakarta, Suryo Baruno disela kegiatan. 

Meski awalnya sempat bingung, usai simulasi masyarakat akhirnya dipastikan bisa memahi teknis pencoblosan dan apa saja surat suara yang wajib dicoblos dalam Pemilu 17 April 2019 mendatang.

”Simulasi itu bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat terhadap jalannya pemilihan serentak pada 17 April mendatang. Selain itu KPU juga ingin menakar kesiapan KPPS serta PPS selama pemilihan berlangsung,” ujarnya. 

Hal ini penting dilakukan sebagai langkah persiapan KPU dan pihak keamanan menakar pemilihan pada hari H, sehingga antisipasi dapat dilakukan untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan ketika pemilihan berlangsung. 

”Kami berusaha menakar waktu dan kesiapan dari masing-masing KPPS. Polri serta satuan keamanan lainnya, juga diharapkan dapat mengantisipasi kebutuhan waktu di masing-masing TPS yang ada di Kota Bengawan saat pemilu dilaksanakan,” bebernya. 

Disinggung soal simulasi lanjutan, KPU memastikan bahwa simulasi lainnya tidak akan dilakukan kembali. Sementara alasan pemilihan giat simulasi di Kelurahan Sondakan dinilai lantaran lokasi TPS 13 berada di lapangan yang luas, sehingga KPU bisa lebih mudah memantau dan melakukan evaluasi selesai simulasi dilakukan. 

”Simulasi dilakukan layaknya Pemilu pada umumnya, KPPS memanggil warga yang terdaftar di DPT dan menunjukkan formulir C6 untuk menunggu giliran pencoblosan di bilik suara. Masing-masing warga diberikan lima jenis surat suara yang ber-KTP Solo. Setelah mencoblos dan memasukkan seluruh surat suara mereka juga mencelupkan jari kelingking pada tinta yang sudah disediakan,” sambung Ketua KPU Kota Surakarta, Nurul Sutarti. (ves/nik)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia