Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pembuang Limbah Medis Masih Misteri

03 April 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Pembuang Limbah Medis Masih Misteri

SOLO - Kasus temuan jarum suntik di bekas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Jurug hingga kini belum diketahui siap pembuangnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta masih menunggu berita acara pemusnahan dari kepolisian. 

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Herri Widiyanto mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan ke mapolresta terkait kelanjutan proses penyelidikan temuan jarum suntik tersebut. Namun hingga kini belum ada perkembangan yang berarti. Dia juga mengaku belum mendapat titik temu maupun dugaan pelaku pembuangan.

“Saya datang ke Polsek Jebres, kemudian diminta ke mapolresta. Di sana saya memberikan keterangan sepanjang yang saya tahu soal temuan limbah medis, termasuk penanganan di Kota Solo selama ini. Selain itu, saya juga bertanya soal berita acara pemusnahan. Karena penyelidikan belum selesai jadi surat tersebut belum keluar,” katanya, Selasa (2/4).

Berita acara, lanjut Herri, dibutuhkan sebagai bekal bagi pihak ketiga untuk memusnahkan limbah medis berbahaya tersebut. Dokumen pengangkutan dan pemusnahan limbah yang dibutuhkan di antaranya nama instansi penghasil limbah, termasuk lokasi pengambilan, serta identitas, bentuk fisik, karakterisktik, kode, kelas bahanya dan sebagainya. Manifest limbah B3 terdiri dari tiga bagian yakni penghasil, pengangkut, dan fasilitas penerima.

“Harus detail keterangannya, karena transporter tidak boleh sembarang angkut, begitu pula pemusnahnya, tidak boleh sembarangan menghancurkan. Keduanya harus mengetahui asal limbah tersebut. Mereka mencatatkan manifest saat pemberangkatan, tiba di tujuan, hingga log book pengolahan limbah,” terangnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta beberapa kali menggelar rapat internal terkait temuan limbah medis tersebut. Pertemuan dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengawasi cara kerja transporter. “Sebanyak 17 puskesmas di Kota Bengawan sudah dilengkapi tempat penyimpanan limbah B3,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Surakarta Ida Angklaita. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia