Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kejari Banjir Laporan Pungli

04 April 2019, 18: 30: 30 WIB | editor : Perdana

TERIMA ADUAN: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo (kiri) memberi penjelasan terkait perkembangan kasus prona yang sedang ditangani.

TERIMA ADUAN: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo (kiri) memberi penjelasan terkait perkembangan kasus prona yang sedang ditangani. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Kasus pungutan pembuatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau prona di Desa Girimulyo, Ngargoyoso membuka pintu aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar untuk mengusut kasus serupa di desa lainnya.

Tak hanya Desa Girimulyo, kejari juga mengusut laporan dugaan pungli prona di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Hal itu berdasarkan laporan masyarakat Desa Gondosuli pekan lalu.

”Kami sudah menerima laporan warga Gondosuli. Beberapa saksi atau korban yang merasa dirugikan langsung kami mintai keterangan untuk ditelaah lebih jauh,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar Suhartoyo ditemui Jawa Pos Radar Solo, Selasa (2/4).

Kajari menyebut, warga melaporkan dugaan pungli yang dilakukan sejumlah oknum panitia dan oknum perangkat desa di Desa Gondosuli. Dengan demikian, kejari saat ini mengusut dua kasus pungli prona sekaligus dari dua desa. Kasus pertama adalah laporan pungli prona 2017 yang diduga dilakukan Kepala Desa Girimulyo berinisial SP. Namun sejauh ini belum ada penetapan tersangka meski kejari sudah mengakui punya bukti kuat.

”Sementara laporan Desa Girimulyo sudah kita naikkan statusnya ke penyidikan. Pekan ini kami segera umumkan tersangkanya,” tandas kajari.

Supardiyanto, tokoh masyarakat Gondosuli mengaku mengikuti jejak warga Girimulyo lantaran ingin mengetahui legalitas penarikan uang pembuatan sertifikat prona oleh panitia dan perangkat Desa Gondosuli 2017 silam. Saat itu, setiap sertifikat dikenai biaya tambahan Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta.

”Kita sengaja langsung ke kejaksaan, supaya segera diproses seperti kasusnya Girimulyo. Kemarin warga yang melapor langsung dimintai keterangan,” kata Pardiyanto. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia