Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Modernisasi Tata Kelola Penyusunan Laporan Keuangan Bisnis Syariah

05 April 2019, 15: 05: 00 WIB | editor : Perdana

Modernisasi Tata Kelola Penyusunan Laporan Keuangan Bisnis Syariah

PENYUSUNAN laporan keuangan yang benar sudah menjadi tuntutan perusahaan modern, terutama bisnis syariah. Namun, sangat disayangkan kesadaran penyusunan laporan keuangan dalam perkembangannya belum ada peningkatan berarti.

Kebanyakan, perusahaan di Indonesia menyusun laporan keuangan karena kebutuhan kredit atau karena dipaksa oleh aturan pemerintah atau karena lainnya. Kesadaran menyusun laporan keuangan belum tumbuh dengan baik. 

Ketidakpahaman terhadap kemanfaatan laporan keuangan merupakan salah satu penyebab utama rendahnya kesadaran menyusun laporan keuangan di Indonesia. Pemahaman laporan akuntansi hanya terpaut pada bentuk laporan keuangan saja yang berupa: neraca, laba rugi, arus kas, perubahan posisi keuangan, dan catatan atas laporan keuangan.

Pada kenyataannya, laporan keuangan tidak hanya pada bentuk atau format dari laporan keuangan, tetapi, laporan keuangan tersebut harus disusun sesuai standar akuntansi dan sesuai dengan proses akuntansi. 

Tata kelola keuangan yang modern menuntut agar laporan keuangan disusun selain memenuhi standar, juga harus ada pengendalian dalam tata kelola keuangan. Tanpa pengendalian, diragukan kebenaran pada isi laporan keuangan.

Ini disebabkan kemungkinan adanya fraud dan korupsi, sehingga laporan keuangan yang sudah memenuhi standar penyusunan menjadi tidak benar nilai yang tercantum pada komponen laporan keuangan tersebut.

Tanpa pengendalian yang benar, akuntan akan menolak mengaudit laporan keuangan tersebut. Pengendalian tata kelola keuangan akan meningkatkan responsibilitas pada isi laporan keuangan bisnins syariah.

Pada gambar di atas menunjukkan selain laporan keuangan diaudit oleh akuntan publik sebagai auditor ekternal tetapi juga diaudit oleh pihak yang ada dalam perusahaan. Auditor di dalam perusahaan meliputi auditor internal dan komite auditor. Hal ini untuk memenuhi good corporate governance. Para auditor tersebut akan meningkatkan akuntabilitas atas laporan keuangan yang disusun manajer akuntansi.

Laporan keuangan yang sudah dilakukan pengendalian dan kemudian diaudit oleh para auditor tidak diragukan lagi kebenaran isinya. Hal ini bermanfaat bagi perusahaan bisnis syariah. Nilai-nilai yang terdapat pada setiap komponen dalam laporan keuangan bisa digunakan sebagai dasar untuk menghitung zakat, sedekah, dan bagi hasil.

Bagi bisnis syariah yang bekerja sama investasi dengan bank syariah, laporan keuangannya bisa sebagai dasar menghitung bagi hasil secara benar. Terutama apabila ada transaksi mudharabah dan musyarakah antara bank syariah dan bisnis syariah. 

Inilah pentingnya laporan keuangan pada modernisasi pengelolaan bisnis syariah. Sehingga bagi hasil tidak diragukan lagi kebenarannya secara syariah.

Selain itu, untuk memenuhi tantangan revolusi industri 4.0 menuju 5.0, penyusunan laporan keuangan harus menggunakan sistim informasi dan teknologi informasi berbasis internet serta database dan sistemnya menggunakan cloud system.

Sehingga transaksi dan informasi akuntansi dapat dilakukan di mana saja. Ini membuat manajer akan lebih cepat mengambil keputusan bisnis.

Oleh: Dr. Noer Sasongko, Dosen S1 Akuntansi, dan Magister Akuntansi FEB UMS

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia