Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Soal Tambang Emas, Bupati Wonogiri Ikut Warga 

05 April 2019, 18: 51: 36 WIB | editor : Perdana

BERBUNTUT PENOLAKAN: Pekerja PT Alexis saat mengecek kandungan emas di bukit Randu Kuning, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri.

BERBUNTUT PENOLAKAN: Pekerja PT Alexis saat mengecek kandungan emas di bukit Randu Kuning, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri. (HUMAS SEKDA WONOGIRI FOR RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Ratusan warga Desa Jendi, Kecamatan Selogiri menyampaikan penolakan tambang emas di bukit Randu Kuning kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo di kantor desa setempat kemarin (4/4).

Mereka juga mempertanyakan sikap bupati terkait penambangan emas yang akan dilakukan PT Alexis. "Kami para perempuan di Desa Jendi turut membantu program pemerintah dengan tidak merantau ke kota, jualan jamu. Kami di sini bekerja seadanya menjadi buruh tani. Tapi kami resah, akan ada tambang emas di desa kami. Kami tidak mau digusur. Terus terang kami menolak tambang emas PT Alexis," tandas Utari, warga setempat. 

Penegasan Utari tersebut disambut gegap gempita warga lainnya. Warga juga menanyakan sikap bupati. "Kami semua menolak pak (tambang emas, Red). Lalu bagaimana dengan bapak bupati? Apakah akan menerima izin lingkungan itu atau menolak? Kata Utari. 

Menjawab pertanyaan warga itu, Joko Sutopo mengatakan, jika warga menolak, maka bupati juga menolak tambang emas. Hanya saja, proses yang dilakukan oleh PT Alexis masih panjang. 

"Tidak usah khawatir akan digusur. Yang akan menggusur sinten (siapa, Red)? Percaya kepada pemerintah. Kalau warga menolak, bupati Wonogiri juga menolak," ungkap Joko Sutopo. 

Di lain sisi, bupati meminta warga tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Penolakan tambang emas ada salurannya, ada mekanisme yang sudah disediakan. 

"Tidak perlu menggunakan baliho-baliho penolakan. Warga Jendi semua sudah tahu kalau semua menolak. Khawatirnya kalau dilihat warga luar daerah, di-up-load ke media sosial. Ini kan menjadi tidak kondusif. Kalau tahapan sudah sampai meminta persetujuan warga, tinggal ditolak saja. Masalahnya saat ini PT Alexis baru tahapan penyusunan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan,Red) untuk memperoleh izin lingkungan," urai bupati. (kwl)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia