Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Tengok Korban Pengeroyokan, Berikan Pesan Khusus

06 April 2019, 20: 48: 23 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Ganjar Pranowo menengok Yuli Wijaya (mata lebam) di kediamannya, Krendetan Bagelen Purworejo, Sabtu (6/4).

Ganjar Pranowo menengok Yuli Wijaya (mata lebam) di kediamannya, Krendetan Bagelen Purworejo, Sabtu (6/4).

PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menengok Yuli Wijaya (28) di kediamannya, Krendetan Bagelen Purworejo, Sabtu (6/4). Selain bertukar kisah, Ganjar dan Yuli juga saling lempar candaan sehingga suasana jadi cair. 

Ganjar tiba di kediaman Yuli sekitar pukul 16.30 WIB dan disambut langsung oleh Yuli dengan mata yang masih lebam. Mengetahui kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu, tetangga Yuli pun kaget dan langsung mendekat berkerumun. 

"Piye Yul kabare? Lha iku mripatmu nopo? (Kabarmu bagaimana Yul? Lho, matamu kenapa itu?)" kata Ganjar yang hanya dijawab Yuli dengan tawa. 

Setelah diajak masuk, Ganjar lantas menanyakan duduk perkara pengeroyokan yang sampai membuat kepala Yuli harus dijahit tujuh. Siapa sebenarnya yang mengawali, memancing emosi dan upaya penyelesaiannya.

"Saya ketika itu sedang mengatur kendaraan proyek, pak menggunakan bendera itu. Terus ada rombongan lewat banyak banget, tiba-tiba yang depan berhenti. Terus saya didekati, seratus orang lebih, memaksa saya melepas kaos," kata Yuli. 

Saat itu, kaus yang dikenakan Yuli bergambar pasangan calon presiden nomor urut 01, sementara rombongan berkendara motor yang tiba-tiba menyambangi Yuli di kawasan Jalan Jogja kilometer 11, dekat SDN Krendetan, Bagelen, Purworejo itu mengenakan atribut Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) atau yang diduga pendukung Paslon capres nomor 02. 

"Karena semuanya mengerumuni dan bentak-bentak, akhirnya saya mau melepas kaus, tapi tiba-tiba dari belakang ada yang menghantam kepala dan semuanya ikut mengeroyok," kata Yuli. 

Setelah itu, Yuli mengaku tidak tahu berapa banyak hantaman dan lemparan batu yang mendarat di kepala, muka maupun badannya yang akhirnya membuat dia tak bisa berdiri. Dia hanya bisa merangkak, dan mencoba merangsek keluar dari kerumunan dan tetap dijadikan sasaran tendangan. Beruntung akhirnya ada seorang kawan yang nekad menarik dan menyuruhnya lari. 

Meski nampak terpukul, Ganjar mencoba menghibur Yuli dengan melempar candaan. "Dijahit berapa itu kepalamu? Kok gak diobras sekalian? Itu juga ada mesin jahit" kata Ganjar sambil menunjuk mesin jahit di belakang Yuli. 

Tidak mau kalah, Yuli pun membalas candaan Ganjar. "iya pak, ini kemarin yang jahit ibu sendiri kok, makanya tidak bisa halus," kata Yuli yang membuat membuat Ganjar terpingkal. 

Kepada Yuli, Ganjar mengatakan mendapat pesan langsung dari Presiden Joko Widodo saat mendampingi kampanye terbuka di sejumlah wilayah di Jawa Tengah kemarin. Menurut Ganjar, Jokowi berharap Yuli atau siapapun tidak tersulut emosinya dengan melakukan pembalasan. 

"Mental juara itu kalau ada yang seperti itu dicuekin, mental juara itu tidak mempedulikan hal seperti itu, tidak usah dendam. Ayo semangat, top kamu, Yul. Tindakan seperti itu (kekerasan dalam kampanye) harus kita hentikan,) kata Ganjar. 

Sebelumnya, Ganjar juga menyampaikan pesan Jokowi, agar masyarakat jangan ada yang memprovokasi dan jangan sampai terprovokasi karena kejadian ini. Meskipun ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang mencoba mengusik ketenteraman Jawa Tengah. 

"Jangan ada yang kepancing, karena suaranya mau ada balasan. Jangan. Jangan dibalas. Dan kejadian Solo maupun Purworejo jangan sampai terulang. Kan dulu di jalan Magelang kan terjadi, juga di Temanggung juga terjadi. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi," katanya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia