alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) Solo

07 April 2019, 10: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) Solo

Hobi koleksi action figure ternyata mahal. Meskipun bentuknya mini, siapa sangka harganya selangit. Namun, namanya kolektor, segala daya upaya pasti dilakukan untuk mendapatkan barang yang dicari.

KOMUNITAS One Piece Kolektor Indonesia (KOPKI) Solo adalah salah satu komunitas yang hobi mengoleksi action figure. Sesuai namanya yang mengambil anime One Piece, komunitas ini fokus mengoleksi action figure di manga karya Eiichiro Oda tersebut.

Itu dikarenakan One Piece banyak digemari masyarakat. Tak hanya anak-anak, anime yang tokoh utamanya sang bajak laut Monkey D. Luffy ini pun mendapat hati dari kalangan dewasa. Tak puas hanya menonton serial anime dan membaca komiknya, para penggemar One Piece pun mulai berburu action figure masing-masing tokoh pemeran anime tersebut. Lalu terbentuklah KOPKI Solo pada 2014 silam.

"Sejak aku berusia 8 tahun sampai sekarang 26 tahun, One Piece masih eksis dan terus berlanjut jalan ceritanya. Karena itu, kita yang dari generasi Y, kemudian lanjut ke generasi Z, semua tahu tentang One Piece. Itulah salah satu alasan One Piece banyak penggemarnya," beber salah seorang founder KOPKI Solo, Denaldy Oktavian kepada Jawa Pos Radar Solo.

Awalnya, para member KOPKI Solo adalah member Komunitas Mainan Solo (KMS). Denaldy dan beberapa penggemar One Piece melihat, ternyata sesama kolektor One Piece cukup banyak. Dari situ lah mereka sepakat membentuk komunitas sendiri khusus kolektor One Piece. Nama KOPKI sudah ada lebih dahulu di Jakarta. Dengan kata lain, KOPKI Solo adalah cabangnya di Kota Bengawan.

"Penggemar One Piece di seluruh Indonesia itu terus meningkat. Di Solo juga sebenarnya banyak. Tapi yang aktif di KOPKI Solo sekitar 10 member. Karena banyak event toys fair, kami penggemar One Piece sering muncul. Jadilah penggemar One Piece makin bertambah," imbuhnya.

Salah seorang member KOPKI Solo, Indra Fanani Putra mengaku gaji pertamanya habis untuk pre order action figure. Tidak tanggung-tanggung, uang Rp 12 juta ludes untuk memenuhi hasrat keinginannya memiliki action figure One Piece kesukaannya.

”Karena aku suka anime One Piece, gatel juga kalau engga ada figure-nya di rumah. Jadi pengen punya action figure-nya di rumah. Aku paling suka karakter Boa Hancock. Banyak sisi positif yang selama gabung KOPKI, ya walaupun duit habis buat beli mainan. Tapi setidaknya berupa benda, jadi engga gampang ilang,” kelakarnya.

Member lainnya, Tamma Arung tidak se-ekstrem itu mengalokasikan uangnya untuk action figure. Mayoritas action figure-nya hanya sekitar Rp 10 ribu sampai paling mahal Rp 500 ribu.

“Ada yang harganya jutaan. Tapi yang namanya hobi engga harus dipaksakan. Kalau aku ngikutin kantong aja,” katanya.

Tamma sempat minder saat awal mula bergabung KOPKI Solo. Ia merasa koleksinya masih kaleng-kaleng atau bijian. Beruntung member lainnya tidak membedakan mana kolektor yang masih newbie atau kolektor yang sudah berpengalaman.

“Setelah ikut beberapa kali kopdar semua itu jadi engga berarti. Seberapa banyak figur yang dimiliki itu bukan jadi patokan sebagai seorang kolektor. Punya satu pun kalau bikin bahagia udah cukup. Karena hobi kita sama,” tandasnya. (aya/adi)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news