Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Workshop Literasi Guru, Tertantang Menulis di Media Massa 

09 April 2019, 00: 09: 54 WIB | editor : Perdana

MOTIVASI: Redaktur Jawa Pos Doan Widhiandono memberi tips bagi para guru menulis di media massa.

MOTIVASI: Redaktur Jawa Pos Doan Widhiandono memberi tips bagi para guru menulis di media massa. (RYANTONO PS/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Antusias para guru mengikuti pelatihan penulisan artikel populer di media massa di Sukoharjo cukup tinggi. Event Jawa Pos Radar Solo bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sukoharjo ini digelar di aula dinas setempat  (7/4). Ratusan peserta dari berbagai sekolah, bahkan dari luar provinsi mengikuti dengan baik kegiatan tersebut.

Kepala Dispendikbud Sukoharjo Darno mengatakan, kegiatan penulisan artikel ini jelas membantu. Sebab, guru tidak hanya butuh kemampuan mengajar namun juga menulis. Apalagi menggandeng media profesional seperti Jawa Pos Radar Solo dengan pembicara yang kompeten pasti akan mendapatkan hal positif untuk meningkatkan kemampuan. 

Pihaknya berharap agar para peserta bisa memperhatikan setiap materi dengan baik. Agar ilmu yang didapatkan bisa diterapkan. Selain itu, dengan menulis dan publikasi tulisan di media massa tentu guru akan mendapatkan nilai plus. “Bila tulisannya baik tentu akan dihitung sebagai ibadah,” papar dia dalam sambutannya. 

Sementara itu, Tim Penilai Angka Kredit (PAK) Sukoharjo Bambang Sugiri mengatakan, terkait artikel yang dimuat di media massa nasional akan mendapatkan poin 2. Sementara itu, untuk yang dimuat di media tingkat provinsi atau eks Karesidenan Surakarta mendapatkan poin 1,5. “Harus berusaha dengan baik untuk belajar menulis,” papar dia. 

Pemateri utama Redaktur Jawa Pos Doan Widhiandono mengatakan, menulis di media massa juga harus memasukkan unsur yang menarik. Khususnya di Jawa Pos bahkan dimungkinkan ada unsur jenaka. “Artikel yang baik harus runtut penulisannya. Lebih bagus lagi kalau bisa menggerakkan masyarakat,” katanya. 

Peserta kegiatan Atik Astrini, guru Bahasa Inggris SMAN 6 Surakarta mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat. Sebab, selama ini guru kesulitan untuk mendapatkan link masuk ke media massa. Mereka tidak tahu bagaimana menulis yang baik. “Kami tidak mengerti apakah tulisan kami layak atau tidak,” ujarnya. 

Pihaknya ingin kegiatan seperti ini terus digalakkan. Apalagi mereka bisa belajar lebih baik dalam penulisan dengan narasumber yang berkompeten. Untuk itu, pihaknya mengapresiasi kegiatan ini. (yan/bun)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia