Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Dokter Terduga Penyebar Ujaran Kebencian Ajukan Perubahan Status 

09 April 2019, 20: 53: 39 WIB | editor : Perdana

Sidang dokter di Wonogiri yang terlibat kasus dugaan ujaran kebencian

Sidang dokter di Wonogiri yang terlibat kasus dugaan ujaran kebencian

WONOGIRI - Sidang perkara ujaran kebencian kepada PDIP yang berbau suku, agama, ras, antargolongan oleh seorang dokter di Wonogiri berlanjut. Agendanya, pemeriksaan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Sidang pemeriksaan ahli ITE digelar di Pengadilan Negeri Wonogiri Selasa (9/4). Sidang dipimpin ketua majelis hakim Lingga Setiawan dengan anggota Bunga Lily dan Kadek. Bertindak sebagai penuntut umum Bagyo Mulyono dan Beni Prihatmo. 

Ahli ITE yang dihadirkan JPU yakni Denden Imadudin Sholeh mengatakan, ruang lingkup UU ITE di antaranya mengenai transformasi elektronik, distribusi elektronik, dan membuat bisa diakses. 

"Kalau konten yang dikirim terdakwa adalah distribusi karena dikirim ke grup," kata Denden dalam persidangan. 

Sebelum sidang berakhir, Sugiyono, kuasa hukum terdakwa mengatakan, pihaknya mengajukan perubahan status penahanan bagi terdakwa. Yakni, dengan jaminan pihak keluarga, anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wonogiri dan kuasa hukum. 

Selain itu, ada pula tambahan enam kuasa hukum dari Ikatan Advokat Indonesia, di antaranya Muhammad Taufiq. 

"Kami mengajukan perubahan status penahanan. Jaminannya ada dari istri, anggota IDI Wonogiri dan kuasa hukum," kata Sugiyono. 

Menanggapi hal itu, ketua majelis hakim menerima surat pengajuan perubahan status tahanan itu. Hanya saja, keputusannya masih akan diberitahukan beberapa hari lagi. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia